Saturday, December 26, 2015

Awan

Apa yang membuatmu senang?
Apa yang membuatmu bisa tersenyum walau hanya membayangkannya?

Awan, iya awan.
Aku menyukainya sejak dulu.
Sejak sebelum kau dipelukanku, atau bahkan hingga kau meninggalkanku.
Sejak sebelum kau kudekati, atau bahkan hingga kau acuh padaku.

lihat saja, awan tetap setia merajut memintal memeluk bulir bulir kecil fluid yang terbang berlomba berkejaran mencapai atmosfer bumi. Membuat tudung indah yang menjagamu dari terik sinar sang panas. Membuatmu menari berlari dibawahnya dalam basah hujan yang diturunkannya.

Awan, yang tetap melihat dan mengikuti setiap perjalananku untuk mendapatkanmu, mungkin kamu atau kamu. Aku tak tahu.

Friday, November 13, 2015

Tuesday, October 20, 2015

Baja yang kujahit dengan benang

Symponi hitam yang kunyanyikan masi terus mengalun.
Sayu, pelan, melarutkanku.
Bulir mutiara yang kusimpan perlahan mengalir dalam sendu.
Membiarkan angan itu terbang.
Membiarkan angan itu hilang.

Kutulis setiap rindu yang kurasa.
Kutulis setiap bahagia yang entah darimana.

Mampukah sang puja melihat indah detak detak yang sedang kurasa?
Teringat aku pada baja yang kujahit dengan benang.

-PoetFromEast, XK

Saturday, October 3, 2015

Aku bodoh!

Bodoh itu ketika aku harus selalu melihatmu dari belakang tanpa bisa mengucapkan kata apapun.
Entah kenapa sungguh susah. Iya, susah mendapatkan orang luar biasa yang dalam sekejap bisa menyedot seluruh tenagamu hanya untuk menguatkan hati.
Membuat nafas ini jadi semakin berat.
Membuat raga ini jadi semakin lemah.

Melihatmu melangkah lebih jauh itu..
Sedih,
Apalagi yang bisa aku ucapkan?
Selain kata sedih?
Tidak usah dipanjangkan. Karena sepanjang apapun yang kutulis, toh intinya kata "sedih" yang aku ucapkan..

Bagaimana sih harusnya?
Mencoba menjauhinya?
Ah untuk apa? Memang tidak bisa menjauh.

Sakit.
Ya mau bagaimana lagi?
Galau?
Bodo amat. Toh, semua manusia ada saja yang merasakannya.

Hey, aku pernah membaca tentang kepribadian yang kumiliki.
"Jangan terlalu menyayangi orang lain, sayangi dirimu sendiri dulu"
Ah, kata itu emang bener kali.
Iya, aku lagi merasakan kok.
Terlalu menyayangi orang lain.

Sudah ah, kalau dilanjutkan nanti malah tambah sedih.
Saat ini, saat aku menulis ini aku ada di sebelahmu. Melihat senyummu dari samping. Entah sebentar lagi ketika berjalan pasti aku akan membiarkanmu jalan duluan lagi, melihatmu dari bidangnya punggungmu.

Terimakasih buat beberapa bulan yang membuatku semakin kuat. Semakin kuat untuk menyimpan rasa ini dalam dalam. Iya dalam dalam.
Dalam sekali.

Tuesday, September 22, 2015

Terimakasih kamu.

Terimakasih kamu,
Iya, kamu yang membuatku melambung tinggi hingga aku tak mampu lagi melihat tanah karena telah tertutup rimbunan awan.
Terimakasih kamu,
Iya, kamu yang menjadi telaga yang bisa menyegarkan ragaku yang tak mampu berjalan hingga akhirnya kumenemukanmu.
Terimakasih kamu,
Iya, kamu yang akhirnya hanya bisa ku lihat dari kejauhan, menikmati setiap senyuman yang kau lambungkan. Walau mungkin hanya kiasan untuk menghargaiku.

Terimakasih kamu, orang kesekian yang hanya bisa kuharapkan tanpa bisa aku dapatkan.
Suatu saat nanti. Iya, aku mendapatkanmu.

Saturday, September 12, 2015

Sunday, August 30, 2015

Tidaklah mudah

Mengejar tidaklah mudah.
Walau aku sang tutul,
Kau adalah sang awan.
Tidak mudah bukan?
Tapi lihat saja,
Ketika aku menemukan ranting tertinggi,
Lalu melompat untuk memeluk erat dirimu.
Walau aku tau hanya semu yang kurasa.
Setidaknya aku pernah mencapaimu.
Merasakan titik titik yang terpendar.
Menjadi pelangi dalam memori ingatanku.
Kau akan tahu betapa sangat besarnya usahaku
Ketika aku telah jauh jatuh terhuyung merangkak menangis ditanah yang hanya bisa kau raih dengan linanganmu.
Tahukah?
Kau tak akan menggapaiku lagi.
Karena aku,
Tak ingin basah.

Saturday, August 29, 2015

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com