Tuesday, October 20, 2015

Baja yang kujahit dengan benang

Symponi hitam yang kunyanyikan masi terus mengalun.
Sayu, pelan, melarutkanku.
Bulir mutiara yang kusimpan perlahan mengalir dalam sendu.
Membiarkan angan itu terbang.
Membiarkan angan itu hilang.

Kutulis setiap rindu yang kurasa.
Kutulis setiap bahagia yang entah darimana.

Mampukah sang puja melihat indah detak detak yang sedang kurasa?
Teringat aku pada baja yang kujahit dengan benang.

-PoetFromEast, XK

Saturday, October 3, 2015

Aku bodoh!

Bodoh itu ketika aku harus selalu melihatmu dari belakang tanpa bisa mengucapkan kata apapun.
Entah kenapa sungguh susah. Iya, susah mendapatkan orang luar biasa yang dalam sekejap bisa menyedot seluruh tenagamu hanya untuk menguatkan hati.
Membuat nafas ini jadi semakin berat.
Membuat raga ini jadi semakin lemah.

Melihatmu melangkah lebih jauh itu..
Sedih,
Apalagi yang bisa aku ucapkan?
Selain kata sedih?
Tidak usah dipanjangkan. Karena sepanjang apapun yang kutulis, toh intinya kata "sedih" yang aku ucapkan..

Bagaimana sih harusnya?
Mencoba menjauhinya?
Ah untuk apa? Memang tidak bisa menjauh.

Sakit.
Ya mau bagaimana lagi?
Galau?
Bodo amat. Toh, semua manusia ada saja yang merasakannya.

Hey, aku pernah membaca tentang kepribadian yang kumiliki.
"Jangan terlalu menyayangi orang lain, sayangi dirimu sendiri dulu"
Ah, kata itu emang bener kali.
Iya, aku lagi merasakan kok.
Terlalu menyayangi orang lain.

Sudah ah, kalau dilanjutkan nanti malah tambah sedih.
Saat ini, saat aku menulis ini aku ada di sebelahmu. Melihat senyummu dari samping. Entah sebentar lagi ketika berjalan pasti aku akan membiarkanmu jalan duluan lagi, melihatmu dari bidangnya punggungmu.

Terimakasih buat beberapa bulan yang membuatku semakin kuat. Semakin kuat untuk menyimpan rasa ini dalam dalam. Iya dalam dalam.
Dalam sekali.

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com