Saturday, December 26, 2015

Awan

Apa yang membuatmu senang?
Apa yang membuatmu bisa tersenyum walau hanya membayangkannya?

Awan, iya awan.
Aku menyukainya sejak dulu.
Sejak sebelum kau dipelukanku, atau bahkan hingga kau meninggalkanku.
Sejak sebelum kau kudekati, atau bahkan hingga kau acuh padaku.

lihat saja, awan tetap setia merajut memintal memeluk bulir bulir kecil fluid yang terbang berlomba berkejaran mencapai atmosfer bumi. Membuat tudung indah yang menjagamu dari terik sinar sang panas. Membuatmu menari berlari dibawahnya dalam basah hujan yang diturunkannya.

Awan, yang tetap melihat dan mengikuti setiap perjalananku untuk mendapatkanmu, mungkin kamu atau kamu. Aku tak tahu.

Friday, November 13, 2015

Tuesday, October 20, 2015

Baja yang kujahit dengan benang

Symponi hitam yang kunyanyikan masi terus mengalun.
Sayu, pelan, melarutkanku.
Bulir mutiara yang kusimpan perlahan mengalir dalam sendu.
Membiarkan angan itu terbang.
Membiarkan angan itu hilang.

Kutulis setiap rindu yang kurasa.
Kutulis setiap bahagia yang entah darimana.

Mampukah sang puja melihat indah detak detak yang sedang kurasa?
Teringat aku pada baja yang kujahit dengan benang.

-PoetFromEast, XK

Saturday, October 3, 2015

Aku bodoh!

Bodoh itu ketika aku harus selalu melihatmu dari belakang tanpa bisa mengucapkan kata apapun.
Entah kenapa sungguh susah. Iya, susah mendapatkan orang luar biasa yang dalam sekejap bisa menyedot seluruh tenagamu hanya untuk menguatkan hati.
Membuat nafas ini jadi semakin berat.
Membuat raga ini jadi semakin lemah.

Melihatmu melangkah lebih jauh itu..
Sedih,
Apalagi yang bisa aku ucapkan?
Selain kata sedih?
Tidak usah dipanjangkan. Karena sepanjang apapun yang kutulis, toh intinya kata "sedih" yang aku ucapkan..

Bagaimana sih harusnya?
Mencoba menjauhinya?
Ah untuk apa? Memang tidak bisa menjauh.

Sakit.
Ya mau bagaimana lagi?
Galau?
Bodo amat. Toh, semua manusia ada saja yang merasakannya.

Hey, aku pernah membaca tentang kepribadian yang kumiliki.
"Jangan terlalu menyayangi orang lain, sayangi dirimu sendiri dulu"
Ah, kata itu emang bener kali.
Iya, aku lagi merasakan kok.
Terlalu menyayangi orang lain.

Sudah ah, kalau dilanjutkan nanti malah tambah sedih.
Saat ini, saat aku menulis ini aku ada di sebelahmu. Melihat senyummu dari samping. Entah sebentar lagi ketika berjalan pasti aku akan membiarkanmu jalan duluan lagi, melihatmu dari bidangnya punggungmu.

Terimakasih buat beberapa bulan yang membuatku semakin kuat. Semakin kuat untuk menyimpan rasa ini dalam dalam. Iya dalam dalam.
Dalam sekali.

Tuesday, September 22, 2015

Terimakasih kamu.

Terimakasih kamu,
Iya, kamu yang membuatku melambung tinggi hingga aku tak mampu lagi melihat tanah karena telah tertutup rimbunan awan.
Terimakasih kamu,
Iya, kamu yang menjadi telaga yang bisa menyegarkan ragaku yang tak mampu berjalan hingga akhirnya kumenemukanmu.
Terimakasih kamu,
Iya, kamu yang akhirnya hanya bisa ku lihat dari kejauhan, menikmati setiap senyuman yang kau lambungkan. Walau mungkin hanya kiasan untuk menghargaiku.

Terimakasih kamu, orang kesekian yang hanya bisa kuharapkan tanpa bisa aku dapatkan.
Suatu saat nanti. Iya, aku mendapatkanmu.

Saturday, September 12, 2015

Sunday, August 30, 2015

Tidaklah mudah

Mengejar tidaklah mudah.
Walau aku sang tutul,
Kau adalah sang awan.
Tidak mudah bukan?
Tapi lihat saja,
Ketika aku menemukan ranting tertinggi,
Lalu melompat untuk memeluk erat dirimu.
Walau aku tau hanya semu yang kurasa.
Setidaknya aku pernah mencapaimu.
Merasakan titik titik yang terpendar.
Menjadi pelangi dalam memori ingatanku.
Kau akan tahu betapa sangat besarnya usahaku
Ketika aku telah jauh jatuh terhuyung merangkak menangis ditanah yang hanya bisa kau raih dengan linanganmu.
Tahukah?
Kau tak akan menggapaiku lagi.
Karena aku,
Tak ingin basah.

Saturday, August 29, 2015

Friday, August 28, 2015

Tuesday, August 25, 2015

Saturday, July 18, 2015

Mama, kenapa jidatku lebar?

Jidat lebar merupakan pemberian tuhan yang maha esa juga teman teman. Jangan kau sesali karena ternyata tidak sedikit juga lo manfaat dari jidat lebar yang kalian miliki. XK juga salah satu manusia yang memiliki jidat lebar lhoo 😢.

Nah kali ini XK akan ngerangkum, apa aja sih manfaat dari jidat lebar yang kita miliki.

Ih sudahlah, jangan coba coba ditutupin deh jidatnya!

1. Jidat kamu adalah cahaya penerang
    Bayangkan saja, ketika siang bukan hanya matahari saja yang memancarkan cahaya. Malam hari, bukan bulan saja yang memantulkan cahaya. Jidatmu juga. Keren kan, coba deh kamu experimen dengan cat fosfor. Siang hari kamu jemur jidat dan malamnya lihat! Jidat kamu memancarkan cahaya hijau penuh ketenangan! Wuwuwuwuwuu!!!

2. Kamu tak perlu repot mengibaskan rambut ketika sujud
     Bagi kamu yang beragama muslim, tentu peraturan saat sujud adalah jidat tak boleh terhalang dengan rambut kaaan? Nah, yasudahlah.. lebar lebar ajaa

3. Aduh, lupa bawa kertas!
     Kamu ingin menggambar? Atau menulis nomor costumer service iklan alat olahraga favorit kamu? Tapi lupa gak bawa kertas? Suruh saja teman atau lerabat kamu menulis diii.... baju!
Enak aja, jidat bukan buat ditulisin oy!

4. Ada doa disetiap pesawat yang melandasi jidatmu
    "Woooo! Ka itu jidat lebar banget kayak bandara juanda!" Jawab aja "aamiin" siapa tahu nanti kalau sudah besar kita bisa bangun bandara sebesar juanda.. 😢😢😢 amin

Okeee! 4 aja yaaa kalau kebanyakan nanti kamu bakal kangen sama blog XK terus XK bingung.
Soooo, si jidat lebar jangan berkecil hati. Banyak fingsinya kok kita punya jidat yang lebar. Entahlah, bisa kamu pikirkan sendiri ya.

Stay gorgeous!!!!

Friday, July 17, 2015

Tips dan saran untuk kamu menghadapi Lebaran

Lebaran?
Yipeeee alhamdulillah..
Taqobalallahu minna wa minkum ya teman teman XK.

Boleh boleh aja nih kita gembira dihari kemenangan kita ini, tapi ingat ingat ya akan hal ini yaaa

1. Kolestrol
     Hei siapa bilang hanya orang tua aja yang bakal kena kolestrol, anak muda juga bisa loo. Btw yang namanya obesitas juga bisa disebut pemicu kolestrol. Soooo, makan daging boleh tapi jangan banyak banyak yeww

2. Awas perut kamu!
    Karena habis bulan puasa, istilahnya perut kita tuh dalam keadaan telah terbiasa tak terisi di pagi hingga siang hari. Nah, untuk itu makannya lebih pelan pelan ya... karena kalau perutmu kaget bakal bisa terjadi hal hal yang tidak diinginkan lhooo

3. Tetap banyak minum air putih
     Satu ini juga harus tetap dijalankan loo. Itung itung buat menstabilkan tubuh kamu. Lagian setelah bulan puasa kita bisa minum kapan saja. Iya kaaan? Air putih bakal membuat kamu lebih segar dan siap untuk menyalami setiap orang yang ada di kampung halaman!

4. Jangan kalap
     Lebaran sih lebaran teman teman, tapi jangan sampai badan ikutan lebaran yaaak! Lapar mata harus dihindari tuh, solusinya lakukan poin nomer 3 untuk menekan rasa lapar mata kamu.

Cukup segitu aja yaaah tips menghadapi hari lebaran dari XK. Semoga amal ibadah kita dibulan puasa ini menjadi berkah dan kita menjadi orang yang lebih baik lagiiii!

Stay gorgeous kawan!


Thursday, July 16, 2015

Kebiasaan yang Membuat Kangen dengan Bulan Puasa


Tak terasa puasa kita ditahun ini sudah hampir selesai. Gak kerasa yah? Waaaah, kenapa bulan Ramadhan ini terlalu cepat meninggalkan kita? Sedih deh...

Kali ini XK akan merangkum beberapa kebiasaan yang membuat kangen dengan bulan yang suci ini.

1. Sahur
     Sahur merupakan event penting yang selalu terjadi berulang dalam bulan ini. Entah kenapa, walaupun sama dengan sahur ketika puasa sunnah tetapi tidak seasik sahur ketika dibulan ramadhan. Kenapa? Karena dibulan puasa kita bisa melakukan sahur on the road misalnya. Sahur bareng teman sekosan, bareng teman sejurusan, atau teman teman yang lain. Pada saat itu juga kita sesama muslim semua melakukan puasa. Jadi, pada waktu sahur banyak tempat makan yang buka untuk melayani kita makan sahur.

2. Menanti saat saat berbuka
     Ngabuburit, mencari takjil di pasar, membuat sendiri menu berbuka, atau bersiap mencari takjil dan kalau beruntung dapat nasi gratis dari masjid tiap harinya akan membuatmu kangen akan bulan yang suci ini. Iya, XK juga merasakan kok teman teman. Awalnya sebagai anak kuliahan XK pikir bulan ini juga menjadi tempat kita mahasiswa ber"hemat" lhoo. Dengan adanya takjil gratis di masjid masjid, kamu dan teman kamu bisa makan enak tanpa mengeluarkan uang sedikitpun! (Halah ._.)

3. Buber (Buka Bersama)
     Nah, kapan lagi bisa makan bareng orang terdekat dengan alasan yang sangat simpel. "Buber yuk!" Cieeeeeee. Siapa hayo yang memanfaatkan moment ini banget? Ngaku ngakuuu.
     Selain kamu akan semakin erat dengan sahabat sahabatmu, momen ini juga akan menjadikan owner tempat makanmu semakin kaya raya (huahahaha!)

4. Solat Teraweh/Terawih
    Hmm, yang satu ini kudu dimasukin? Kudu laaaah! Coba kalau gak dimasukin, dibulan apa kita ngerasain solat sunnah yang kayak gini? Ya walaupun terkadang mengantuk ketika solat karena kebanyakan makan waktu berbuka, ada juga loo yang struggle buat nyelesain sampai 21 rokaat. Hayooo siapa yang kalau terawih cuma ambil 8 rokaat? (Sayaaaaaaa!)
Cyaaaaaaaaaaaa!
Nb: terkadang kita mencari masjid yang solatnya tercepat, iya gak? Hoy, mau ibadah apa mau balapan bro! Eheheh

5. Puasa itu sendiri
    Tak bisa dipungkiri bulan puasa dapat merubah kita menjadi lebih baik. Kita menjadi lebih sabar, lebih kurus, lebih kencang, lebih mager (eh). Yang pasti kamu pasti akan sangat merasa kehilangan dengan berlalunya bulan puasa ini. Iyalah, besok sebelum solat ied kamu akan merasa, "eh ini serius udah selesai bulan ramadhannya? Aduh ini ada air boleh diminum gak ya? Oh iya kan sudah gak puasa (glekglekglek)."
     Ada fase dimana tubuh masi menolak untuk makan dan minum dipagi hari, iya gak sih? Apa cuma XK doang yang ngerasain?
   

Hey, sedih yah.. Bulan Puasanya sudah mau habis. Tapi, kita juga harus senang. Karena berarti kita akan merayakan hari kemenangan kita. Hari dimana kita menang melawan nafsu, segala nafsu.

Nah, bagi yang masih ngerasa kurang poin yang diatas, boleh tuh di tambahin di comment dibawah kebiasaan yang membuat kamu kangen dengan bulan puasa.

Jangan lupa, puasa wajibnya sudah terlaksana. Puasa sunnah juga jalan doong. Jangan lupa puasa senin-kamis bray!

Stay gorgeous anywhere you are!


Wednesday, July 15, 2015

Tips buat kamarmu jadi nyaman!

Menjadikan kamar nyaman itu merupakan hal penting bagi kita-kita yang tinggal jauh dari keluarga.

Kamu atau saya atau dia memiliki kamar kost/kontrakan, pastinya harus memiliki kamar yang nyaman dan menyenangkan.

Pernah terpikir, gimana sih caranya bikin kamar nyaman atau asik atau yang gak bosan buat ditinggalin?
Pernah kaaaan?

Membagi pengalaman aja sih, digambar itu adalah kamar kosan XK setahun yang lalu, terlihat berantakan tapi XK senang dengan keadaan didalamnya.

1. Sticky Notes
     Ini nih yang XK gak pernah ketinggalan untuk dibeli, bukan buat nulis atau menandakan "sesuatu" lhoo. XK beli sticky notes buat ditempel, jadi tulisan yang membangkitkan semangat XK. Entah berfungsi atau tidak, yang pasti XK selalu bersemangat ahahah

2. Tabel tanggal
     Ini XK buat manual dari kertas A2, isinya tanggal bulan dan 1 kolom kosong yang nanti XK jelasin dibawah. Nah, fungsi dari tanggalan ini buat nandain dan jadi reminder buat kamu yang suka lupa. (Nb: XK juga sudah pikun hehe) sisa Sticky notes bisa jadi tempat menulis yang nanti bakal kamu tempel di tanggalan kamu.

3. Kolom kosong atau dinding luas dikamarmu
     Buat yang satu ini, XK isi dengan "dream Note!". Apa itu dream note? Jadi kamu tulis tuh dikertas semua mimpi mimpi yang kamu punya, ditempel dan dibaca setiap ada kesempatan. Yang pasti, drean note itu bakal buat kamu lebih semangat buat mengejar apa yang ingin kamu kejar. Bisa juga kamu ganti dengan checklist atau hal yang menyenangkan yang lain. Hey bisa kamu tempel wallpaper sesuka kamu juga looo. Tempel juga tulisan yang bikin kamu ter-trigger untuk melakukan sesuatu. Sedikit banyak bakal bantu kamu lho, cerius ini

4. Cat Fosfor
     XK suka ngelihat warna hijau keren berkilau ketika lampu kamar dimatikan. Yah, jadi XK sempat srat srot di kamar dengan cat ini nih. Jadi kalau sudah lelah dengan segala kegiatan dimalam hari sisa XK matiin lampu daaaan "glowing.. glowing.. glowing.." ahahaha, iya, fosfor bakal menyerap cahaya lampu yang kita nyalakan dan memantulkan kembali cahayanya ketika lampu dimatikan. Bakal bagus buat kamu kamu yang kreatif bisa kamu spet/semprotkan ke gambar/sketch yang kamu buat.

5. Kebersihan kamar
     Ini dia, jangan ribet dengan banyaknya barang yang tidak penting! Sering-sering buang sampah kawan, disapu dan dirapihkan tiap kamu free. Kalau gak free yaaaa... sudahlah. Ingatlah kawan, kebersihan adalah sebagian dari iman. Malas akan menghambat, sekali sekali bolehlah. Tapi jangan terlalu yaaaa.

6. Tata letak
     Naruh buku disini, taruh gelas piring dan kawannya disini, taruh baju dan segala sanak saudaranya disini, hmmm..
Pahamkan, yang penting naruh barang pada tempatnya, teman kamu yang dari design interior juga sedikit banyak bisa membantu untuk menata kamar kamu jadi lebih nyaman loo. Jangan malu buat tanya mereka, terus minta buat kerja iklas eheheheh..

Okai, segitu aja sih, tips kali ya jatohnya..

Kayaknya blog XK ini juga kudu diubah deh, mungkin lebih banyak tips juga bisa jadi opsi yang keren..

Soooooooo yang pasti kamar nyaman balik lagi ke kamu kawan! Tulisan diatas hanya membantu mungkin sedikit. Kalau banyak baguslah.

Yuk kita buat kamar senyaman yang kita inginkaaaaan!
Stay gorgeous sabahat XK!


Friday, July 10, 2015

Sumpah kangen!

Mungkin terlalu aneh, atau mungkin rasa ini sebenarnya sudah ada lama. Iya sudah lama, sejak tatapan di air terjun itu..

Masih terasa hingga sekarang, dahaga yang kini kurasa bahkan terganti dengan bayangan itu.

Terlalu berlebihan memang,
Harus merasakan agar kau mengerti betapa indah bayangan fana ini.

Hei, jika kamu suatu saat nanti membaca ini.

Ingatlah, betapa berharganya kamu.
Dalam,
Sini.

Sunday, June 14, 2015

XK nge-vlog!

Good morning gorgeous!
Oke hari ini lagi feeling good banget buat XK, entah kenapa memang XK udah lama banget ninggal ini blog ya.
Jadi ceritanya hari ini XK ada di D-Preneur yang diadakan Detik.com. Disini XK mengikuti video making nih.

Yah just info aja sih.
Jadi beberapa bulan ini XK lagi mendalami yang namanya Video Making. Jadi XK sudah beberapa kali bikin vlog di youtube. Yah langsung aja deh ya kalau mau nih cek aja

Channel Estka

Nah disitu baru ada beberapa video blog just watch it!

Tuesday, April 21, 2015

7 Hari Setelah Hari Itu.

Ceritanya, hari ini memang 7 hari setelah ulang tahun saya. Entah kenapa ternyata masih banyak sekali yang peduli dengan tubuh ini. Ahahah.

*

Siang ini begitu panas, saya mandi lagi sekitar jam 11. Mandi kedua saya setelah pagi tadi terburu-buru. Ah, sejenak saya berpikir untuk melanjutkan bermain bersama laptop hitam yang terkadang tempat pemutar piringannya suka terbuka sendiri ini. Seal online, iya permainan online yang saya mainkan sepanjang siang itu. Pukul setengah satu,  saya mencoba untuk mengistirahatkan raga ini selama 30 menit. Iya tidak lebih dari itu. Pada akhirnya saya terbangun sebelum alarm di handphone saya berbunyi. Memang tak banyak yang bisa kulakukan hari ini. Selain mengantarkan tumpukan laundry dan membaca beberapa paragraf dari buku-buku yang saya miliki.

*

Beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu kamar saya. Siapa siang-siang iseng gini. Ya saya memang tidak terlalu dekat dengan anak-anak kosan. Selain karena saya lebih sibuk diluar, saya juga merasa kurang nyaman karena terlalu panas didalam sini. Seperti direbus, sauna gratis, otomatis.

Ketukan pertama aku abaikan, paling juga orang iseng. Tapi yang diluar sana mengetuk pintu sekali lagi. Siapa sih? Akhirnya aku buka dan, "Happy birthday ya kaaaaa!!!!" Gosh, that's shocking me. Ternyata teman di UKM yang kuikuti sekarang berada didepan kamar membawa beberapa cupcake dengan lilin yang menyala, warna putih didirikan di cupcake berwarna oranye. Indah.

Itu salah satu hal luar biasa hari ini.

Malamnya setelah rapat yang mengasyikkan dengan gurauan dan candaan hingga diprotes oleh mbak-mbak pelayannya, saya pulang kekosan. Dengan keadaan lelah. Setelah itu saya langsung menyalakan laptop, sejenak memilih lagu-lagu yang membuat nyaman. Belle and sebastian, Jakk, beberapa lagu vivaldi. Membalas beberapa chat dengan malas-malasan. Sudah ingin sekali tidur. "Drrrt drrrt..." aduh apa lagi sih? Handphone saya bergetar, saat kulihat ternyata teman saya yang kosnya ada disebrang sungai menelpon. Jadi kos kami bersebrangan, hanya terpisah sungai lebar dan tidak ada jembatan untuk menyebrang sehingga harus lewat jalan memutar. "Kenapa?" Saya bertanya. "Aduh kayaknya flashdiskku ketinggalan di kantong motormu deh ka, ada gak ya?" Jadi sebenarnya tadi kami habis rapat dan saya memang menyuruhnya untuk menyetir. "Iya bentar ya aku lihatin."

Pada akhirnya saya tak berhasil menemukan flashdisknya. Akhirnya saya naik lagi kekamar. Iya kamar saya ada di lantai 2. Pada akhirnya teman saya menelpon lagi. "Ka, ketemu? Aku dah di bawah nih." Yah, mau tidak mau saya turun lagi deh meyakinkannya. Tapi, setelah saya turun dan keluar ternyata ada teman-teman yang luar biasa datang dan menyanyikan lagu ulang tahun dengan membawa durian dan lilin yang diikatkan dengan tali rafia berwarna hijau.

Aaaaahhhh, that's so sweet guys. Alhasil kami makan durian bersama-sama. Ah, kalian memang luar biasa. Thanks a lot. Semoga kita tetap bisa jadi yang terbaik untuk diri kita sendiri. Aamiin

Terimakasih banyak 😃

Sunday, April 19, 2015

Buat yang Luar Biasa

Apa kabar?
Semoga baik-baik ya. Ah, sudah lama saya ingin menulis. Tapi entah kenapa akhir akhir ini ketika saya sudah memiliki susunan kata-kata yang lumayan "indah" di pikiran, kata-kata itu tiba-tiba saja menghilang dari benakku. Kebanyakan pikiran kali ya? Iya mikirin kamu, iya kamu. Ahahahah.

Oh iya, mau sedikit bercerita tentang hari spesial. Ada yang tahu? Ah masa gak tau, kan saya sedih. Iya, tanggal 14 April kemarin akhirnya saya menginjakkan kaki saya diatas anak tangga bertuliskan "ciye kepala dua ciye".

Sedikit banyak yang saya rasakan sih, mulai dari, "ka kamu sudah pernah ngelakuin apa aja nih sampai umur segini?"  Atau, "Wah, sudah kepala dua ya. Pikirannya kudu dewasa lagi dong, kok masi gini-gini aja?"

Alhamdulillah sih, tuhan mah gak kemana. Mulai dari mengenal orang-orang hebat disekitar saya, yang dulu-yang sekarang. Dari sahabat super, bawel dan menyenangkan. Yah, setidaknya mereka-mereka yang membuat saya menjadi lebih sempurna.

Beberapa hal yang mengejutkan, seperti hadiah buku yang isinya keren banget. Tahu aja genre buku bacaan saya. Terus, ada juga roti sosis dengan keju leleh diatasnya. Entah kenapa itu dikasih ke saya, katanya menandakan saya banget. Apaan coba? Lalu, ucapan dari Thailand yang kudu disave tidak boleh dihapus sampai kapanpun. Oh ya, bunga dari teman-teman di Malang. Besoknya bunda nanya itu dari siapa dan berkata, "kamu dikasih bunga kayak cewe aja mas." And so on and so on.

Pada intinya, terimakasih banyak buat yang luar biasa. Bagaimana kudu menggantinya saya kurang tahu. Doakan juga karya saya bisa semakin bagus, dan bisa lebih produktif.

See ya! Baiiiiiii~!

Penulis amatir
Estka Eko F.

Tuesday, April 14, 2015

Doa Bunda

Anankku - Anakku..
Engkau adalah buah hatiku dan selaku akan ada dlm ragaku.. dalam setiap Doa..

Anakku..
Maafkan Mama jika selalu ada dlm  setiap pemikiran mu dlm setiap keputusan bukan berarti mama tdk percaya padamu.. dan bila itu baik buatmu mama akan selalu mendukung..

Anakku..
Apapun itu ..mm akan selalu ada buatmu
Krn mm menganggap  engkau adalah pualam yg ta boleh pecah oleh hentakan..

Happy Birthday Honey.. miss you always
Estka .. Always...

Semoga kedepan kita selalu bisa mengatasi apapun rintangan yg membentang..  Aminnnnn

Thanks to Allah.. anakku hari ini usianya Engkau kurangi setahun semoga Ananda Estka semakin tambah dewasa dlm bersikap .. dalam mengambil keputusan dan dalam setiap langkah yg Engkau sdh Tentukan Yaaa Rabb..

Your lovely ..

Mama

*

Makasih bunda, anakmu ini akan tetap terus mengusahakan yang terbaik. Love you so much. Love you so much. Much than anything in the world.

Sunday, April 5, 2015

Cerita Tentang Rasa Sepi

Merenung, dalam sepi. Membuatmu akan terus menyadari betapa kecilnya kamu, kerentanan dalam ragamu.

Deru-deru kendaraan dijalan belakang kamar kecil, terngiang, terus berdengung, bersayup-sayup. Ah, betapa kita kurang menyadari nikmatNya yang telah memberikan segala kesempurnaan bagi hambaNya ini.

*

Siang ini jam 11, hari Minggu. Dimana aku duduk di kasur berseprei biru ditemani selimut biru kesayanganku dengan gambar roket merah dan asap mengepul lucu berwarna abu serta bintang kecil bertebaran yang mengingatkanku pada mimpi dalam dream note usang yang kutempel pada dinding kamar yang putih kuning, memusam. Iya, aku dalam kesepian, sendiri bersama handphone putih yang terkelupas kulit pinggirnya yang sering kugunakan dalam menulis dalam "blog" ini. Terbesit beberapa comment ditulisan sebelumnya yang intinya "Ceritanya tidak jelas, bikin dari kerangka cerita dan sebagainya dan sebagainya." Iya, kemarin saya bercerita tentang pikiran saya yang memang terbagi menjadi 4, dan memang 4 cerita yang berbeda dalam tulisan itu. Terimakasih komentarnya, saya akan menjadi lebih baik lagi.

Sendirian terkadang membawaku berpikir tentang "Apasih kamu itu?" Atau mungkin, "Hayolo, gak punya teman kan yaaa?" Atau, "Ayolah merefleksikan dirisendiri aja, dari pada bengong main handphone terus batre habis terus baper terus galau terus...."

Pilihan terakhir aku coba hari ini. Aku gak tahu sih, mempraktekkan "merefleksikan dirisendiri" itu seperti apa. Yang pasti hari ini aku mencoba memikirkan diriku sendiri. Terbesit untuk yoga. Ahaha ada-ada saja.

Yah, hari ini, sampai siang ini masih belum ada kejadian seru sih. Bangun jam 5 pagi, telat sholat subuh, tertidur lagi sampai jam setengah 8, diajak sarapan sama teman kesayangan, berbicara tentang beberapa ciptaan tuhan yang lehuga (dalam bahasa kami lehuga singkatan dari boleh juga), mengantarkannya sampai kosan lagi dan aku kejurusan untuk mengerjakan tugas. Sayangnya tugas yang harusnya kelompokku kerjakan tak ada yang paham. Akhirnya pulang, dan aku kembali kekosan duduk menulis--mengetik lebih tepatnya--cerita ini.

Apa yah, sebenarnya sempat terpikir beberapa kata ketika aku mengendarai motor, ah, aku hanya ingat awan melintang yang tergores indah dilangit biru cerah kota panas yang terik mataharinya membakar kulit ini.

Tapi tak masalah lah, menurutku. Sendirian sebenarnya juga tak terlalu buruk. Dinikmati saja, tiap langkah menaiki anak tangga. Debu tipis menyebalkan yang menyelimuti kusen-kusen jendela. Melihat kaca yang terdapat gambaran diri yang selalu menganggap diri ini terlalu indah untuk dipandang tetapi ketika tergambar dalam foto tidaklah seperti apa yang terlihat dikaca. Banyak ternyata yang bisa kita nikmati dalam kesendirian.

Jangan takut. Sendirian adalah trigger buat diri juga agar lebih baik. Diamlah, dengarkan kata-kata yang keluar dari hati, pikiran, dan raga. Berilah mereka sedikit waktu untuk bercerita, dengarkanlah, keluhannya, capek yang dirasanya, dan tidaklah salah menurutinya. Karena itu adalah suatu cara untuk lebih menyayangi dirimu sendiri. Memanusiakanmu. Tetaplah menjadi yang terbaik.

Saturday, April 4, 2015

Sekelumit Pemikiran

Sore ini aku terpaku duduk disebelahnya, bukan karnaku sudah kehabisan bahan obrolan. Lebih ingin melihatnya mengarahkan pembicaraan kami. Terlebih lagi aku dalam keadaan sakit.

*

Terkadang lelaki juga bisa menangis. Ah, bukan karena aku menyebut diriku cengeng. Entah beberapa kali ketika kamu duduk sendiri atau berbaring di kasurmu, jauh dari peradaban--Maksudku jauh dari orang tua, teman sepermainan--di kota dingin 2 jam perjalanan arah selatan kota panas ini sangatlah menyiksa. Mungkin juga karena perubahan suhu ekstrim dan tiba-tiba suara menyerak basah, menjadi seksi. Akhirnya jatuh sakit. Tetes-tetes yang keluar dari mata ini menjadi sangat terasa. Mulai dari alirannya, jatuhnya.

*

Aku masih belum paham apa yang sedang ku tulis. Terkadang kamu dapat menulis tentang kasur empuk di kamar hotel berbintang lima, dengan ukiran-ukiran kayu dipannya, tapi kamu belum tentu bisa menulis tentang orang yang sekarang tidur diatasnya.

*

Baru saja ketika seseorang menyatakan sesuatu, "aku sudah gagal." Apakah orang itu sudah benar-benar gagal? Belum menurutku. Bayangkan saja, buah-buah cherry yang bergelantungan pada dahannya. Jikalau anak-anak kecil memanjat pohon lalu memetiknya, itu karena buah cherry yang dipetiknya sudah matang. Anggap saja kamu si hijau, yang belum matang. Tunggulah sampai kau memerah dan pastinya kamu akan dipetik juga oleh anak-anak itu.
Tuhan masih mempersiapkan kamu untuk hari yang akan datang. Kalau bukan saat ini pasti ada saat dimana kamu dapat bersinar.

*

Bingung ya ini tulisan apa?
Maaf ya,

Saturday, March 28, 2015

Hah? Tumben Curhat

Ini, disaat saya sedang merasakan jatuh, terpuruk, berpikir terlalu banyak.
Disaat saya merasa sendiri padahal banyak yang menemani.
Disaat lelah tanpa mengetahui apa yang harus dilelahkan.

*

Gini, pernah gak sih kamu merasa terlalu sibuk tapi hanya semu sebenarnya? Pada akhirnya ada yang tertinggal, padahal itu tanggung jawab yang besar? Iya, lumayan besar.

Saya merasakannya. Bahkan sekarang juga saya merasakannya. Hey apakah rasa malas telah terlalu jauh memimpin dalam diri ini?

Nah, pada akhirnya hari ini akupun ingin memperbaikinya. Ingin.

"Pada akhirnya orang yang bersalah tetaplah harus dihukum"

Iya, aku merasa terjauhkan dari bagian acara yang besar ini. Sungkan, jika kembali akan muncul cercaan serta kata menyakitkan. Haruskah aku tetap bertahan?

Tak apa, memang sudah selayaknya. Tetaplah bertahan, sabar, dalam naungan  pembelajaran.

Ah, tulisan tentang hidup lagi.

"I am so sorry to all the people I hurt while I was hurting."

Wednesday, March 25, 2015

Aku, Dia dan Kitab yang Kami Pegang

Salahkah hubungan kami ini?
Apa yang selama ini kami pertahankan, apa harus juga kami merelakannya?

*

Tadi pagi, saat bangun dari tidurku, kau sudah berada dipinggir kasur menggenggam sebuah buku. Ah, buku yang harus kau bawa ke kelas saat kuliah nanti kupikir. Kuambil kacamataku yang sudah lumayan banyak goresan pada kacanya, untuk menemaninya membaca.

"Hei cantik! Lagi baca apa nih?" Sambil kupeluk lembut dirinya dan menopangkan daguku pada bahunya.

"Sebentar Rahmat, biarkan aku membaca selembar ini dulu." Dia melepaskan pelukanku dan beranjak ke ruang tamu.

Iya, kami memutuskan tinggal berdua. Disebuah apartemen kecil. Studio indah kami.

Deg!
Aku baru menyadari. Ah, ternyata apa yang dia pegang adalah alkitab. Aku tahu, kami berbeda dalam hal ini. Kitabku dan kitabnya berbeda. Aku berpegang teguh dengan agamaku dan dia tak akan melepaskan begitu saja apa yang dia pegang.

"Maafkan aku," hampir tak terdengar suaraku. Aku memang tak seharusnya mengganggunya.

"Hey kenapa harus minta maaf? Kamu tuuh, subuhan alarmnya udah nyala eh malah aku yang bangun." Katanya.

"Yeee lagian kamu sih kina, udah tahu alarmnya bunyi gak juga bangunin aku." Kubalas perkataannya dengan sedikit candaan sambil menyenggol tangan mungilnya.

"Percuma juga kalii. Tiap aku bangunin tuh ya kamu cuma jawab hu uuuh hu uuuh. Tapi tetep aja balik lagi tuh tidurnya. Gak takut tuh tuhan marah sama kamu."

Benar juga, aku seharusnya tak boleh begini. Kina saja selalu menyempatkan membaca kitabnya setiap pagi. Aku? Aku adalah botol air mineral kosong yang dibiarkan tidak tertutup. Menunggu untuk dibuang. Terbuang maksudku.

"Iya deeehh, besok kamis nih.. bangunin jam 3 yaaah." Pintaku manja.

"Ho oh, puasa senin kamis kan ya? Oke deeh. Tapi kudu janji abis makan pagi banget itu kamu kudu tetep bangun sampai nanti waktu ibadahmu dateng yah. Awas aja sampai tidur duluan lagi." Ucapnya agak sedikit ketus.

"Yaudah yuk siap siap kuliah udah jam segini nih!"

*

Terkadang aku berpikir. Tak sedikit orang yang menyinggung kami. Emang kenapa sih? Iya aku tahu tidak dianjurkan bagi agamaku memiliki rasa sayang yang 'lebih' pada agama yang lain. Tapi aku menyayanginya. Lebih dari aku menyayangi diriku sendiri. Kami tahu batasannya. Hingga sekarangpun kami menjalani hubungan ini tanpa ada bumbu-bumbu 'nakal' didalamnya. Kami saling menjaga. Hati dan raga kami. Bahkan saling mengingatkan dalam beribadah.

Haruskah aku menyerah dalam hubungan kami ini? Apakah dia yang akan menyerah? Aku harap kami dapat mempertahankannya.

Apakah tuhanmu marah ketikaku menyayangimu? Aku akan bertanya pada tuhanku, tolonglah tanyakan ini juga pada tuhanmu. Bolehkah aku yang bukan umatnya menyayangi hambanya?

Biarlah tuhan menjawabnya. Waktu yang terus berputar ini yang akan mendewasakan kita.

Aku akan terus berusaha. Walau pada akhirnya kita harus saling merelakan apa yang seharus dan sepantasnya kita relakan.

***

Cerita ini terinspirasi dari sebuah artikel yang entah aku menemukannya dimana. Tapi sungguh sangat menyentuh. Tetaplah berpegang teguh pada agama yang sudah kau yakini. Jangan lupa untuk selalu mengingat tuhan. Karna tuhan tak akan pernah lupa untuk mengingatmu.

Friday, March 6, 2015

[Cerpen] Pernahkah Kau Merasakan Cinta yang Secinta-cintanya?

"Apakah kau pernah merasakan cinta yang secinta - cintanya? Pada pandangan yang kesekian? Sampai sekarang kau tetap memikirkannya?"

Yah, itulah yang Esto pernah rasakan. Sampai saat ini. Sudah bertahun - tahun ia pendam tanpa ada jawaban. Entah sakit atau bahagia dalam pandang lamunannya. Hanya ia yang dapat merasakannya.

*

"Eh, to! Lu napa melamun lagi? Sana makan siang dulu."

Ujo, teman esto sejak lama. Dari awal masuk kuliah. Mungkin karena rasa sepi yang sama. Iya, sepi.

"Apaan, kagak ah. Dari tadi gue nungguin lu. Kelas gak selesai - selesai. Ckck. Eh gue kadang mikir deh jo."

"Mikir apaan men? Cewe yang mana lagi neh.."

Ujo memang sering dijadikan 'partner' luapan pikiran buat Esto. Fungsi sahabat memang harusnya seperti itu kan?

"Gini bruh, kadang gue kepikiran sama seseorang. Sudah lama sih gue ketemunya. Waktu itu jaman gue SMA kelas 1. Tapi entah kenapa dia menghilang. Guenya kangen."

"Alaaah, nyeritain masa lalu lagi lu men. Sudahlah itu hati diisi aja lagi sama yang baru. Repot amat lu mikirin orang yang gak mikirin lu. Capek sendiri kan?"

Ah, benar kata Ujo. Benak Esto. Tapi Esto merasakan hal yang berbeda. Tak bisa dengan mudah ia melupakan seseorang tersebut. Semakin mencoba untuk dilupakan semakin dekat bayang bayangnya terasa. Pernah merasakannya juga kan?

"Yah, tapi ada rasa dimana gue pingin banget ketemu dia jo. Tapi sekaramg gue udah gak punya kontaknya lagi. Ada sih gue sempat follow instagram sama add facebooknya. Tapi gue malu mau nanya. Takut gue sudah dilupakan. Mending gue gak nanya deh, daripada entar nanya tapi dijawab 'eh, siapa lu?' atau 'lu anak mana nanya nanya kontak gue?'. Kan guenya yang sakit jo. Lu kayak gak tau gue aja jo. Gue gak enakan orangnya."

Ujo melenguh, memang seperti itulah. Si Esto yang lumayan tampan, Ujo pun paham Esto memiliki kerendahan hati yang sangat besar. Terkadang terlalu memikirkan perasaan orang lain. Bukan dirinya sendiri.

"Alah, lu mah gitu. Uda ada cahaya cahaya kehidupan lu malah diem aja. Lu tuh ya, kalau misalnya ada di goa yang mau runtuh lu pasti deh ngebiarin temen temen lu lewat dulu. Trus lu nya mati deh kena runtuhan batu batu. Udah lah to, lagian kalau lu kenalan lagi sama dia apa salahnya? Toh kalau lu emang berkesan juga buat dia lu gak bakal dilupain. Iya kan?"

"Udah ah, gue beli makan dulu bentar ya jo. Tunggu sini temenin gue makan."

Hanya pengalihan, Esto juga sadar. Harusnya ia tak harus terlalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan. Harusnya Esto mempunyai keberanian untuk bertanya. Setidaknya say hi dengan orang itu. Tapi, begitulah Esto. Akhirnya setelah duduk kembali dengan si Ujo.

"Wah enak tuh. Bagilah to!"

"Nih ambil jo. Jo, gue ya kalau ngebayangin dia tuh-- Eh, lu pernah ngerasain gak sih kalau ngelihat orang terus lu kayak mikir 'gilaaaa nih anak imut banget sih!! Pingin banget gua acak acak rambutnya, gue temenin dia kemanapun, gue pingin terus ngeliatin wajah dia sampe bosen!!!'. Pernah ga jo? Gue nanya beneran nih."

"Lu mah lebay to. Tapi pernah sih, dulu banget. Gue cuma ngerasa, iya nih anak lucu banget. Tapi gue juga gak mikir sih kalau sampe harus jadian atau berhubungan lebih lanjut sama si doi. Gue cuma jadi secret admirernya doang. Kenapa lu tanya gitu dah ke gue? Lu naksir yang mana nih? Maba maba ye?"

Terkadang Ujo memang membuat candaan candaan renyah. Setidaknya agar Esto tak berpikir terlalu banyak soal masa lalunya. Kasian Esto, pikirnya. Terjebak di masa lalu dalam ruang nostalgia memang terasa sangat berat dan menyakitkan. Betulkah?

"Bukan jo, gue mikir orang itu. Iya gue ngerasain kayak gitu,"

"Bahasan lu dari kemaren itu mulu sih to, kasian gue. Eh lu kelas kan? Kelas dulu sono!"

*

Di kosan, Esto sungguh merasa sepi. Iya hanya ditemani dentang denting suara dari grup chat di handphonenya.

"Ah, sudahlah. Aku juga harus tetap menjalani hidup. Gak baik juga nih kalau dipikirin terus. Aku juga gak tau sekarang dia dimana, sama siapa. Bener deh kata Ujo, aku harus bisa mikirin dirisendiri juga."

Esto tetap menjalani hidupnya, dengan sedikit serpihan masa lalu yang perlahan hilang dalam pikirannya.

"Seseorang yang ingin kita miliki belum tentu bisa kita miliki."

"Masa lalu, kenangan bahagia akan membuatmu senang, yang kelam? Dapat kau jadikan pelajaran. Hiduplah untuk masa depan, masa lalu sebagai pedoman agar kau tak salah langkah di masa depan."

NB: Pernahkah kau merasakan cinta yang secinta-cintanya?

Sunday, March 1, 2015

Tujuan Blog Ini

Pada awalnya sih,
Blog ini saya dedikasikan untuk menulis apa yang ada didalam kepala saya.
Tapi entah kenapa saya hanya dapat menuliskan kata kata yang kurang layak dipahami. Ahaha

Saya masih berpikir, apakah blog ini akan saya ubah jadi sesuatu yang lebih bermanfaat? Nanti deh.

Iya, saya sempat berpikir juga untuk menuliskan sesuatu yang lebih dapat dipahami. Apa yah? Tips tips? Cara memasak? Traveling freak? News?

Saya pikirkan dahulu deh..
Eh tapi bagaimana kalau mata kuliah saya?
Halah, itu memperburuk keadaan blog ini karena saya juga entah paham atau tidak dengan materinya.

Doakan saja blog ini jadi lebih atraktif dari sebelumnya ya.

Regards,
Estka Eko F.

Menceritakan Kembali

Kita bertemu kapan?
Masih ingatkah?
Tanggal 24 ya kalau tak salah. Iya saat itu aku kira perjalanan kita tak akan berlanjut. Sudahlah, mungkin saya hanya akan menambah teman. Pikirku. Hey tapi tidakkah ini aneh?

Tangan ini, yang nakal ini. Aku ingat sekali setelah kita berpisah tangan ini langsung menyambar halus rambutmu. Yah, mungkin terbiasa. Aku akui aku sangat suka membelai rambut orang yang kusayang. Eh, ternyata sayang beneran. Sama kamu.

Ini beruntungkah atau malah ini akan menjadi kesialan bagiku? Jangan bertanya seperti itu. Kau tahu Tuhan akan memberikan yang terbaik. Ya begitu pula bagi diriku. Aku merasa beruntung sih. Aku memang harus merubah diriku. Dahulu, aku sungguh nakal. Ya jangan ditanya nakalku seperti apa.

Bersyukur, dipertemukan dengan orang luar biasa. Aku pun berubah. Aku pun menjadi lebih dewasa. Iya, dihadapkan dengan berbagai kendala dalam diri kita. Hujan badai dalam perjalanan kita. Lelah lemas dalam raga kita. Terasa semua. Iya kan?
Disitu perlahan kita menjadi dewasa.

Teruslah seperti ini. Berjalan bersama. Mendewasakan diri. Bertahan dengan semua penghalang. Long life...

Tuesday, February 24, 2015

Ayo Jadi yang Terbaik. Bersama-sama

Sudah terlewat 5 hari yah. Karena kesibukan yang tiada henti. Bahkan menggenggam batang berinternet ini pun tak sempat.

Hey, aku masih bingung mau menulis apa. Hubungan kita merumit semalam. Entah aku juga merasakan aku menjauh. Kamupun enggan bertanya.

Sebenarnya rasa menjauhku ini karena aku benar benar capek. Lelah. Secara fisik. Hatiku masih utuh untukmu. Kau tahu beberapa hari ini aku mengalami pukulan berat pada isi kepala dan tiap senti pada ragaku.

Iya aku juga dalam proses mengenalmu. Seperti itulah kamu. Aku harus menghargainya. Kamu tetaplah jadi yang terbaik.

Mengapa "tetaplah jadi yang terbaik"? Iya itu sebuah harapan agar kamu terus berusaha jadi yang terbaik. Sekarang? Sudah baik.

Entahlah aku menulis apa di suratku kali ini.

Akupun belajar untuk tetap jadi yang terbaik. Iya, karena aku sadar aku bukanlah yang terbaik. Tapi aku akan menjadi yang terbaik.

Marilah jadi yang terbaik. Bersama sama.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-26
Hari dimana lelahku sudah setengahnya hilang.

Monday, February 23, 2015

Mengamuklah pada Sang Biadab

Akulah sang biadab,
Manusia yang tak tahu diri. Tidak tahukan akan kesepian yang memeluknya hingga tetesan bening keluar dari mata indahnya?

Hey akulah sang biadab. Aku kah yang melupakanmu? Kemarilah. Mengamuklah. Aku pantas dicerca.

Tiap ruas tubuhku mulai bergetar. Tak ayal sakit di dada semakin terasa. Tak dapat berhenti terus membayangkannya. Tak tahu harus berbuat apa. Tertolak. Mati.

Aku lebah pekerja yang kehilangan kawan. Terpisah diantara koloni. Mati kesepian.

Mengamuklah. Pada sang biadab.
Biarkan aku menikmati sakit ini dahulu. Aku akan kembali lagi, nanti.

Wednesday, February 18, 2015

Dari Berondongmu, dan Kata Maafnya

Kesayangan,
Hari ini aku sungguh bahagia. Sungguh. Tahu karena apa? Karena semua sikapmu.

Yah, ini hal sepele. Tapi tak bisa disepelekan begitu saja. Ini tentang pemamah di perutku. Makasih kesayangan.

Sudah sekian lama yah, entah beberapa tahun. Tapi kali ini aku menemukan komposisi yang tepat. Caramu menghadapiku, menasehatiku, ah kau luar biasa.

Aku ingin minta maaf. Aku ragu kau bakal memaafkanku. Iya, karena aku benar benar salah semalam. Aku telat memberi penenang pada pemamah dalam perutku ini. Kau bilang padaku, "usahain deh, sayang sama diri sendiri". Iya aku sadar, harusnya aku tak meninggalkan kewajiban dengan kewajiban lain, seperti katamu juga.

Hey kapten, aku akan berusaha lebih baik lagi. Sayang pada diriku sendiri juga. Ingatkan aku jikaku sudah terlalu jauh. Terlalu pikun dengan apa kewajibanku. Tolong, jangan tinggalkan aku juga. Aku tak tahu, aku akan menghilang, atau tenggelam, jauh.

Terimakasih dan teruslah saling mendukung bahu membahu.
Kecup yang sudah lama tak ku layangkan padamu.

Your man. Ah tidak, aku berondongmu. Ahahah

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-20
Hari dimana aku bangun terlalu siang dan untungnya alarm membangunkanku tepat jam 8. Waktuku menjinakkan hewan nakal di perut ini. Cepatlah sembuh. Kau juga, teruslah semangat. Aku di sisimu

Tuesday, February 17, 2015

Semangat Kawan!

Semangat kawan!
Hari ini adalah hari dimana acara kita akan di mulai. Sudah siapkah? Apakah masih ada yang kurang?

Yah, aku tahu ada kalanya kepanitiaan yang kita buat bisa berakhir mengenaskan. Semoga yang ini tidak. Masih ada orang orang yang benar benar peduli. Berkomitmen.

Terimakasih kawan, cuma tuhan dan doa dari peserta yang bisa kita dapat. Semoga doa yang dari peserta tidak buruk buruk banget yah. Semoga saja acara ini berjalan lancar.

Tetap semangat kawan. Minggu ini akan terasa melelahkan.
Dari pilotmu, yang mencoba mengarahkan kemana pesawat ini berlayar di udara.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-19
Hari dimana acara besar yang kupegang dimulai. Masih ada 3 hari lagi sebelum acara ini semakin besar. Doakan saja yang terbaik.

Monday, February 16, 2015

Hanya Terimakasih dan Rasa Rindu

Hari ini ternyata waktuku termakan habis oleh kegiatan kegiatan kampus. Sedih memang, lelah. Tapi tak apa, semoga semua berjalan lancar.

Kapten, terimakasih untuk selalu mengerti akan bahteramu yang sungguh asik sendiri dengan ikan ikan yang ada di laut. Bukanku lagi tak ingin berlayar denganmu. Bermain dengan ikan ikan ini sungguh karena aku memegang peran yang penting bagi air yang mereka renangi.

Aku menggunakan metafora aneh lagi ya? Ya mungkin hanya kau yang tahu masalahku sekarang, resahku. Makasih banyak telah memahamiku, kesayangan.

Terlalu lamakah kita menunggu waktu untuk berlayar? 2 minggu lagi. Sungguh sangat lama bagi bahtera yang haus belaian dan hangat tubuhmu ini.

Ingatlah kapten. Aku akan terus berlayar bersamamu. Menyisir setiap bagian air yang ada di laut. Menemukan lebih banyak ombak. Lebih banyak lagi menemukan daratan. Melawan segala ketakutan akan badai yang melanda.

Peluk, cium, elus dan segalanya untukmu
Dari bahteramu yang sedang asik menciprati air ke ikan ikan nakal.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-18
Iya hari ini sungguh sibuk. Sampai lupa kalau aku masih mengikuti ajang ini. Tak apa, aku hanya menuangkan luapan pikiran untuk dibaca orang orang.

Sunday, February 15, 2015

Ini Surat Sedih

Aku tahu, tim ini sudah tinggal menunggu ajalnya. Menunggu pudarnya kepercayaan. Tolonglah ingat. Janji janji manismu?

Hei kawan, aku tak apa bekerja hanya di bantu beberapa orang darimu. Sungguh itu sangat membantu. Tapi mana yang sebagian? Menghilang, menjadi serpih, lalu tenggelam dalam bumi.

Aku bingung kawan, aku lelah, aku tak sanggup. Tapi mencoba untuk bertahan. Karena ini sungguh penting untuk tumbuh kembang anak orang.

Hey, jika ada waktu kembalilah. Aku sungguh menantikan kehadiran lita bersama. Agar tak ada kata gagal dalam acara kita yang sudah dirancang luar biasa.

Sungguh, aku lelah. Kau harus tau kawan. Bantulah aku.
Dari seorang yang tak bisa lari dari komitmennya.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-17
Hari dimana aku sungguh lelah karena kepanitiaan yang kukepalai hanya bersisa beberapa. Mungkin aku yang gagal. Tetaplah semangat eskah!

Saturday, February 14, 2015

Sayang untuk Sang Puja

Untukmu, sang puja yang piawai merangkai kata.

Butuh sangat banyak inspirasi untuk surat ini sebenarnya. Mungkin karena seharian ini aku meninggalkanmu dalam belenggu pekerjaan yang tanggal mainnya sisa seminggu ini. Hingga kepala ini terasa sangat sesak. Maafkan aku.

Aku mencoba mengingat-ingat kembali kejadian luar biasa kita, pertemuan kita, obrolan-obrolan hangat.

Entah sudah atau mungkin sangat banyak sekali kata sayang yang terucap. Tapi itu sangat nyata buatku. Memiliki orang yang luar biasa kuat. Walau kamu tahu kaulah sang badai.

Tak apa, hiduplah sebagai badai, dan aku sebagai rintik rintik hujan yang menemanimu selama awan penyangga kita berlarian.

Bukannya hari ini hari kesayangan? Aku bukan merayakannya. Kita tahu hari kesayangan kita ada disetiap hari, kan?  Tapi benar katamu. Lebih banyak yang bersedih ketika merayakan hari ibu atau ayah.

Tulisan ini mulai absurd, kamu bilang ini semacam writer's block.
Tapi tak apalah, aku berusaha menulis apa yang aku rasakan. Walau sedikit dipaksakan.

Hey, kapten kesayanganku! Tetaplah jadi yang terbaik yah.

Teringat kecupan hangatmu walau hanya diterbangkan menggunakan merpati mayamu.

#30HariMenuliaSuratCinta
Hari ke-16
Hari dimana aku sungguh rindu padanya. Rasa bersalah karena pergi terlalu cepat menggebu gebu. Tak sabar untuk melalui 2 minggu kedepan. Tunggulah kapten. Kau harus sehat!

Friday, February 13, 2015

Kita, yang Memiliki Bom Waktu

Sampai juga di kota pahlawan, lagi. Menghadapi kegiatan yang tak kunjung berhenti. Semoga cepat terselesaikan. Iya saat ini aku menulis surat tepat setelah sampai di istana yang mulai tipis tipis tertutup oleh debu. Ah, besok aku harus membersihkannya kembali.

Surat ini aku tujukan pada orang yang sangat aku banggakan. Orang yang sangat kuat walaupun tak apa dia sering meringis mengeluh tentang apa yang dia rasa. Aku coba terus tetap menguatkannya.

Hei, maafkan aku ya. Hanya sebentar waktu yang ku punya di kota dingin, kota dimana kita memadu rasa. Aku sebenarnya masih merasakan rindu. Ingin merasakan pelukan hangat kita.

Aku tahu nantinya kita akan dinobatkan jadi pasangan yang luar biasa. Karena memang kita memiliki hal yang orang lain tak punya. Tak perlu ku sebutkan kan? Yah, kita sama sama seperti bom waktu.

Entah aku akan meledak kapan, tapi terus ada yang menggerogoti, menggerus tiap ruas kantung peleburku. Iya hanya menunggu waktu. Tapi, kita akan tetap melewatinya bersama kan?

Ahaha, aku teringat film yang luar biasa. Dua manusia yang bertemu di ruang rehabilitasi. Iya bukan sih? Kau yang menunjukkanku film itu. Semoga kita tetap terus saling mendukung yah.

Kau semakin membesar. Iya walau hanya dibagian pipi. Ayo rajinlah olahraga. Aku tak akan kalah. Aku juga akan rajin olahraga.

Akhir kata,
Aku sangat sangat ingin selalu berada di sampingmu. Terus menatap wajahmu. Sampai pada masa bom waktu dalam diri kita dapat dijinakkan. Iya kita bisa.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-15
Hari dimana aku hanya dapat bertemu beberapa jam dengannya. Sudah sangat senang sekali. Tapi aku sungguh ingin berlama lama.

Thursday, February 12, 2015

Ceritaku, Untukmu

Hari ini aku berada di keramaian. Dengan berbagai macam wajah. dengan tujuan yang mungkin berbeda beda mungkin juga sama. Iya, dengan sanak saudara mereka dan beberapa anak anak yang riang gembira menyambut kedatangan sang "Penataran".

Aku mendapatkan ruang 3. Aku masih menunggu. Tepat di bawah angka bertuliskan ruanganku. Entah akan bertemu orang orang seperti apa.

Hei, bukankah surat ini harus tertuju pada seseorang? Entah hanya ingin bercerita sedikit.

Kemarin, tepat saat aku terkena sakit tipes. Adekku membelikan sebuah buku kumpulan cerpen dari suatu organisasi pers terkenal di negara yang lebih dari separuhnya air ini. Ada cerita yang membuatku tertarik dan ternyata memang terasa nyata.

Kisah itu tentang perilaku manusia jaman sekarang. Akan terasa berbeda bila kau ada di tempatku sekarang. Iya tempat menunggu ruang ruang berjalan hingga tempat tujuanmu. Lebih sedikit orang menggunakan "alat" daripada di dunia luar sana.

Yah aku tak memungkiri ada beberapa termasuk saya yang menggunakan "alat". Tapi sebagian lagi saling berbincang. Entah pada orang dikenal atau tidak.

Hei, saat ini aku sudah ada didalam ruang berjalanku. Ada kakek kakek tua disampingku dan ibu muda di depannya. Aku senang sekali melihatnya. Kakek ini sekarang sedang menjajakan tas lucu. Entah seperti tak terlihat kalau sang kakek adalah pedagang.

Yah biarlah aku menikmati perjalananku dahulu.
Aku tahu sekarang tujuan suratku ini.
Iya kepadamu yang menyediakan waktu untuk membaca tulisan ini.

Ini bukan surat cinta yah?
Yaudah, saya akan memberikan sedikit petuah saja.
"Alat" terkadang bisa memudahkan sesuatu. Tetapi alat juga membuat kita jauh dari apa yang ada disekitar kita. Ini mungkin sudah banyak di sebutkan orang orang yah. Ahahah saya hanya mencoba untuk bercerita.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-14
Hari dimana aku terpaksa untuk pulang demi nikmat kesehatan tuhan.

Tuesday, February 10, 2015

Kamu, yang Telah Berubah

Yah, tuju dari surat ini tetap kamu. Iya kamu. Yang baru saja selesai dengan segala kesibukannya di hari selasa. Habis mencuci segala peralatan yah. Ahaha kasian.

Kamu itu adalah seorang yang sangat malas mengerjakan kegiatan rumah. Entah menyapu, mencuci piring. Lihat, pada akhirnya sang Ratu lebih senang menggunakan piring dari bambu yang diatasnya memakai kertas nasi. Iya kan? Itu mungkin karena kebiasaanmu yang tak suka terlibat urusan rumah.

Tapi akhir - akhir ini kamu mengalami perubahan. Entah kamu sangat bahagia atau apa, mungkin pengaruh darinya sungguh besar terhadapmu. Kamu bingung? Aku saja yang memperhatikan tiap langkahmu juga bingung kok. Baguslah, aku sangat senang melihat perubahanmu.

Akhir - akhir ini juga kamu lebih rajin merawat diri ya. Entah dengan mandi 2 kali sehari yang tak terlewatkan, tiap pagi dan malam pun tak lupa kamu pasang pelindung sinar jahat sang surya, mencuci   wajahmu agar tak terlalu kusam dan terlihat menawan dimata manusia. Lumayan lah, kamu tidak mengecawakan kok dalam penampilan. Aku ikut senang.

Eh, coba lihat lagi tulisan - tulisan di kamarmu. Makin sering kamu baca juga ya? Catatan kecil yang kamu tempel di dinding, iya yang kau anggap sebagai penyemangat diri sendiri. Lama - lama penuh kali ya kamarmu dengan coretan itu. Baguslah.

Yah, memang kamu sudah waktunya untuk tidak hanya memikirkan kesenangan sih. Tapi kamu sudah saatnya membuat "bahagia" untuk dirisendiri. Iya, aku sangat ingat ketika kau berkata.
"Bahagia itu dibuat oleh dirisendiri. Sama seperti kamu membuat kolam ikan, kamu sendiri yang akan mengisi ikannya. Tetanggamu? Boro - boro mau memberi ahahah".
Aku paham kok, lalu kau melanjutkan kalimat itu seperti ini.
"Kecuali tetangga kamu kolam ikannya sudah sangat banyak, hingga dia memberikan ikan padamu".
Maksudmu bahagia itu dibuat oleh dirisendiri, lalu ketika kamu sudah bahagia dengan dirisendiri ada saat dimana kamu membagikan kebahagiaan pada orang lain. Benarkan?

Tetaplah jadi pemikir dengan fantasi yang luar biasa dalam pikiranmu teman.
Jadilah bahagia, lalu sebarkan ke orang lain, yang kamu sayang, yang kamu ingin hidupnya lebih bahagia dengan dirimu.

Sayang yang mendalam,
dariku, yang terus merasakan tiap langkah yang kamu pijak.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-13
Hari dimana tanggal dan nomor kesukaan si "dia" berpadu. Yah, hari ini sungguh aku ingin menulis tentangnya. Tapi kemarin aku sempat memikirkan hal ini. Tentang dirisendiri. Hingga akhirnya aku menulis seperti itu.
Akhirnya juga aku menyadari, ini sungguh salah hari. Aku menulis untuk "I Stand By You" di hari ke 11, tolong maafkan kefanaan ini.

Monday, February 9, 2015

Kau, Penjajah, dan Aku

Hei kau. Iya kau yang sedang entah, berbaring atau sedang jalan jalan atau sedang bercanda gurau atau sekarang sedang bersedih memikirkan kejamnya dunia ini.

Keganasannya memang tak bisa kita tangkal sekarang. Iya aku tahu. Hanya proses dari keganasan itu yang dapat kita perlambat. Kau tak akan menyerah kan? Toh kau terlihat baik baik saja. Orang lain pun tak akan menyangka kau menyimpan penjajah tentara penangkal hama dalam tubuhmu. Kau akan baik baik saja kan?

Maksud dari suratku ini adalah suatu komitmenku untuk kita, menghadapi penjajah itu. Jangan takut. Aku ada di sampingmu. Bersama kawan kawan baikmu. Aku yakin mereka tak akan meninggalkan dan menjauhimu begitu saja. Kau janganlah takut.

Kau tak sendiri. Janganlah kau terus berpikiran negatif tentang kehidupan yang sekarang. Paman yang berada di rehabilitas hama pun juga berkata kau tak seharusnya begitu kan? Kau memang harus kuat. Kami juga akan membantu menguatkanmu.

Janganlah terus menangis. Tetaplah makan pada waktunya. Jangan lupa bersihkan badanmu walaupun air dalam telaga dingin mencubit kulit. Agar bersih. Agar tak ada penjahat yang masuk dalam tubuhmu. Kau akan sehat sehat saja setelah itu.

Aku di sini mencoba untuk membuatmu lebih baik. Walaupun kau berada di kota yang sejuk dan aku berada di kota panas arah utara dari kotamu.
Kita akan bisa menghadapinya kan?
Iya, aamiin.

Kau harus kuat, dan menjadi luar biasa.
Dari seseorang yang berusaha menguatkanmu. Selalu.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-11
I Stan By You.
Hari di mana aku berada jauh dari sisinya. Tapi akan terus ku mencoba untuk menyemangatinya.

Pangeran, Ada Surat!

Hujan ya ceritanya di kota pahlawan. Hari ini juga aku mencoba menulis surat, untuk diriku sendiri dan kefanaan di dalamnya.

Hei kamu, yang wajahnya kusam, dekil. Terkadang kamu harus tahu cara merawat dirimu sendiri kawan. Iya aku tau semalam kau baru saja pulang dari kota tercintamu dan 2 setengah jam kemudian kau tiba di kota pahlawan ini. Terus kau langsung tidur? Dengan wajah kotor, debu dari truk truk besar yang kemarin kau lewati?

Hari ini hujan. Perkuliahanmu pun telah dimulai minggu ini. Hahh.. Akan sangat melelahkan. Itu yang kau pikirkan kan? Coba kau perbaiki juga cara belajarmu. Tidak semuanya gampang kau cerna di institut teknik yang kau bangga banggakan ini. Coba lihat teman temanmu. Mereka sedikit lebih berusaha biar dapat yang terbaik. Kenapa kau tidak?

Hei, di kota sejuk ada yang selalu menantimu. Walaupun kau ragu jangan lepaskan. Berat, iya kau pun rela menjaganya. Ingin selalu bersamanya kan? Maka kuatkan dirimu, untuk menguatkan dirinya. Kau yakin dia akan sembuh dan baik baik saja kan?

Yah, sedikit bodoh atau apalah. Kau menuliskan surat untuk tubuhmu sendiri ini. Tapi ini salah satu caramu biar bisa merasa lebih baik kan? Iya. Lain kali surat surat yang lain boleh kau tujukan pada dirimu sendiri. Feel free to do it. Karena di sini, di kota yang penuh perjuangan ini ada saatnya kau akan merasa sendiri dan hanya bisa berbicara pada diri sendiri. Seperti saat ini.

Akhir kata, teruslah berjuang kawan. Kau sudah memberikan yang terbaik. Tapi terbaik saja tidak cukup kan? Lakukan dengan sempurna. Setidaknya hanya sedikit kesalahan yang kau punya.

Tolong rapikan kamar kosku,
Dari dirimu sendiri.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-12
Harusnya untuk hari ke 11, karena tanggal 11 bertema, saya pindahkan untuk hari ke 12.
"Hari dimana hujan terus turun dengan ceria. Semoga perkuliahan diliburkan. Tolong diamini." -Doa untuk kemarin tapi Tuhan mengabaikannya. Tuhan tahu saya harus rajin kuliah. Maafkan hamba

Sunday, February 8, 2015

Saturday, February 7, 2015

Kepada yang Hidupnya Lagi Kelam

Untuk seseorang yang sedang bergalau ria dalam kegelapan hidupnya.

Hei, tidakkah kau lihat burung - burung yang sedang terbang di atas sana? Iya di langit yang luas itu. Kau melihatnya kan? Bebas, cantik, menawan. Apa karena gelapmu kau tak ingin juga seperti mereka?

Tahukah kamu, apa yang kau lakukan akhir2 ini hanya membuat duniamu semakin gelap. Hitam, legam, tak sedikitpun cahaya bisa menembusnya. Kau harusnya tak begitu. Aku ada di sini, berusaha mengajakmu terbang. Bebas, mengudara.

Hei, aku tahu. Berat, iya sungguh berat. Tak seorangpun mau terjerumus jatuh hanya karena ketidaksengajaan di masa lalu. Tapi apakah harus disesalkan sekarang? Tidak! Karena ini kau lebih spesial. Tanda Tuhan masih sayang padamu.

Kenapa kau bersedih lagi? Tidakkah cukup aku di sini? Kalau pun iya mari kita berbincang kembali. Takut, iya aku pun merasa takut. Bukan takut karena dekat denganmu, tapi aku takut kehilanganmu. Kehilangan bayang kepak sayapmu yang sungguh indah. Keanggunan tubuhmu. Segala yang kau miliki. Apakah kau merasakannya?

Semangatlah, kita bisa terbang lebih tinggi lagi. Kau janganlah bersedih lagi.

Ini, segenggam jerami kecil untuk membangun rumah kita.
Dari seseorang yang sangat senang berada disampingmu. Selalu.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-10
Hari di mana aku akan tetap berusaha memberi semangat kepada orang yang sedang dalam keterpurukannya akan masa depan.

Surat Dari Sang Pangeran yang Durhaka

Untuk Ratu, yang paling cantik dan bersahaja.
Ratuku, sudah 46 tahun umurmu, 20 tahun mendampingi raja, dan 19 tahun mengayomi pangeranmu ini.
Terimakasih ratu.
Kau begitu mulia, begitu agung hingga tak ada yang bisa menggantikanmu, di mata dan hati kami. Anggota kerajaan.

Tetaplah sehat ratuku, tetaplah luarbiasa. Semakin hari makin kulihat timbul beberapa kerutan diwajahmu. Semakin hari makin kulihat semakin kau menyayangi kami. Tidakkah kau lelah?

Ratu, pangeranmu ini sungguh ingin membahagiakanmu. Dengan cara apapun. Tapi apa yang ku lakukan ratu? Pangeranmu ini sungguh durhaka. Maafkan aku ratuku.

Ratu, tetaplah sayang pada pangeran dan putrimu.
Dari pangeranmu yang ingin selalu memperbaiki dirinya.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-9
Hari dimana Ratuku berulangtahun.

Friday, February 6, 2015

Kita Akan Menjalaninya Bersama

Untukmu lagi,
Yang berharap akan adanya keajaiban tuhan.

Janganlah terus bersedih, kau tahu kan itu akan memperburuk keadaan. Nyatanya kau masih baik - baik saja, bahkan terlihat sangat sehat dibandingkan denganku. Kita akan menjalaninya bersama.

Aku tahu, aku tak bisa berbuat lebih banyak dari apa yang sekarang aku berikan padamu. Hanya semangat, dan kata "janganlah terus kau pikirkan". Kita akan menjalaninya bersama.

Benarkah wabah ini tidak ada obat untuk menepisnya? Pasti ada, entah kapan akan ada pestisida penangkalnya. Bukan aku terlalu optimis. Tapi apa lagi yang bisa kita lakukan selain mengadakan kata "optimis" itu sendiri. Iya kan? Kita akan menjalaninya bersama.

Aku pun abu - abu entah ini kata kesekian tiap suratku aku menyebutkan kata itu. Bukan karena kau telah menghitam sayang. Tapi aku ragu pada diriku. Akankah kau akan terus menjalani ini bersamaku?

Sayup - sayup kata ragu mulai bermunculan diantara kita. Hanya fatamorgana pikirku. Aku sangat yakin kita bisa menjalaninya bersama.

Peluk hangat,
dari seseorang yang akan tetap terus memelukmu.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-8

Thursday, February 5, 2015

Akankah

Akankah?
Ah, aku harusnya tak membahas hal ini. Tapi semakin jauh semakin banyak timbul pertanyaan di kepala yang membuatku bingung. Apakah, akankah, benarkah.

Aku di sini selalu menanyakan. Apakah hubungan ini tetap akan terus berlanjut? Iya aku bisa. Bualan? Entah kau mau bilang apa.

Tetapi, ada beberapa hal yang aku bingungkan. Kita sudah sepakat untuk berjalan beriringan. Tapi kenapa hanya aku yang bertanya? Kita sudah sepakat untuk melawan ombak bersama. Tapi kenapa hanya kata terserah yang aku dapat?

Tahukah, aku memang kapal yang masih kecil. Yang nantinya akan karam juga oleh ombak yang luar biasa. Aku masih ingin bersamamu, iya. Walaupun susah, walaupun pertanyaan dariku akan habis dan aku hanya bisa diam. Walaupun banyak kata terserah yang membuatku tambah bingung.

Aku hilang arah.
Aku oleng.
Aku..

Masih berharap.

Wednesday, February 4, 2015

Terimakasih Penenggelam Handal

Ya kamu!
Dunia kelam yang menenggelamkanku jauh di bawah naungan gustiku. Kau, jahat? Aku tak paham harus bilang jahat atau baik untuk dirimu. Diriku dalam keadaan abu - abu.

Awalnya aku iseng, haha iya aku adalah orang yang iseng. Ingin tahu tentang manusia. Tapi aku tak tahu kalau bisa sampai begini nyatanya. Aku tak menyalahkanmu, atau diriku sendiri, atau siapapun. Ini jalanku, itu katamu kan?

Yah, aku terbuai oleh rayuan zat nakal yang diturunkan paksa oleh Tuhan. Aku salah, tapi tidak harus disesalkan kan?

Hei kamu, dunia kelam yang membuatku mengerti segala keburukan dunia ini. Terimakasih, entah aku bahagia atau tidak dalam pelukanmu. Aku harus berterimakasih. Aku menganggapmu baik? Oh, tidak juga. Ada beberapa hal yang membuatku berpikir. Nanti aku ceritakan. Mungkin di surat - surat selanjutnya buatmu.

Yang pasti, aku akan berusaha terus melayang bukan mengapung atau tenggelam dalam dirimu. Bukan karena aku takut lebih dalam. Tetapi agar bisa naik ke permukaan ketika aku telah siap.

Terimakasih, lagi.

Senyum tulus.
Darimanusia yang ingin dan tak ingin lepas dari pelukanmu

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-7

Tuesday, February 3, 2015

Hai Kesayangan

Hai kesayangan,
Surat ini aku tujukan padamu karena memang perjalananku--ah, bukan perjalananku tapi kita--adalah yang terbaik selama yang pernah aku alami. Banyak hal yang kita lalui. Ya, banyak sekali padahal baru sebulan kita berlayar bersama--setelah kita PDKT selama beberapa minggu--dengan ombak ombak kecil yang kadang membabi buta juga.

Pada awalnya, aku tak sengaja untuk menambahkanmu pada akun facebookku yang telah lama usang. Aku hanya iseng melihat lihat teman, dan terjadilah kecelakaan itu. Lalu setelah beberapa hari mungkin--aku lupa itu terjadi kapan--kau menerimaku dan menyukai beberapa foto yang ada di sana. Penasaran, yah akhirnya aku mencoba mengobrol denganmu. Walaupun hanya lewat chat. Kamu berbeda, kata itu terlintas di kepalaku. Iya, itu bagaikan lebah lebah mungil yang mendenging terbang disekitar sarangnya.

Entah apa yang dulu kita obrolkan. Hanya sebuah basa basi? Tentu, tapi aku suka. Kau berbeda--kata itu tersebut lagi--dari yang lain. Kau tak mempertanyakan hal--sesuatu yang sakral di dunia kami--yang aneh aneh. Iya, kamu terlihat mempesona dengan attitudemu.

Hingga kini akhirnya aku sadar, jika memang rasa sayang itu tak memandang apapun. Hubungan kita pun berlanjut. Aneh memang, berusaha untuk tidak melakukan hal yang sekarang aku pikir itu adalah perbuatan yang kelewat negatif. Tapi kita bisa, kita melakukan hubungan ini dengan baik sekali.

Aku senang, bahagia. Entah, setiap yang kau lakukan padaku--pelukan, ciumanmu--itu membuatku senang, menjadi abu, lalu terbang bebas di udara.

Saat ini aku tahu kau sedang pusing. Memikirkan segala yang membuatmu bingung. Aku? Aku ikut sedih. Sakitmu terasa menacap di dadaku. Sakit...

Tapi aku yakin kau dan aku akan tetap bersama. Long life. Kita akan bisa melewati ombak ombak yang menerjang dan juga badai petirnya.

Akhir kata, kau sungguh sungguh memilikiku.
Kau akan selalu sehat. Iya kan?
Kau tak akan meninggalkanku. Iya kan?

Tetaplah jadi yang terbaik,
Dari seseorang yang sungguh mengagungkanmu dalam hatinya.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-6
For The First Time in Forever

Monday, February 2, 2015

Selamat tanggal 3, kapten!

Selamat tanggal 3!
Luarbiasa, sudah sebulan. Akhirnya.

Kapten,
Bahtera ini sudah mengusahakan yang terbaik untuk pelayaran kita.
Apa kapten merasa nyaman?
Aku sangat menikmati sebulan masa kita bersama. Sungguh.

Tahukah kamu kapten?
Aku sudah lama menunggu, menunggu kapten yang tepat untuk diriku.
Bukan karena kamu sempurna (kata orang - orang sempurna itu tidak ada).
Bukan karena kamu memiliki segalanya (aku sempat ragu karena banyak sekali yang mengejarmu, aku hampir menyerah).
Tapi karena kau, kita bisa saling mendukung.

Kapten,
Aku tak peduli apa yang kau lakukan kepadaku.
Aku pun tak peduli separah apa sakit yang sedang kau rasakan pada dirimu.
Aku tak akan meninggalkanmu.
Toh aku akan terus mendukung dan berada di sampingmu.

Kapten,
Jangan melamun seperti itu terus, bahteramu ini sungguh oleng tanpa dirimu.
Aku bingung.
Pusing pala bahtera (lagi marak kata ini disebutkan).

Kapten,
Aku sangat menyayangimu.
Kau pernah bilang, kalau kau pun akan membantu mengubur orang yang telah aku bunuh karena rasa sayangmu.
Aku menggila,
Iya, kau membuatku gila karena rasa sayangmu.
Aku pun akan melakukan hal yang sama (aku yakin tak sampai harus membunuh orang juga kan?).

Kapten,
Bahtera ini telah memilih.
Bahtera ini ingin hidup bersamamu.
Jangan tak peduli denganku ya?

Kecup basah membabi buta,
Bahteramu yang akan terus mendampingimu berlayar kemanapun kau pergi

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-5

Untuk sang Ratu

Untuk ratu kerajaan,

Pangeranmu ini sungguh bahagia memilikimu.
19, ah hampir 20 tahun kau tetap menjadi ratu agung bagiku.
Semua ketulusan, kasih sayangmu.
Pantaslah raja jatuh tak bisa bangkit lagi dengan apa yang kau punya.

Ratu,
Maafkan pangeranmu yang masuk dalam hutan yang gelap.
Pangeranmu ini tahu, ini salah.
Terimakasih telah mengerti.
Pangeranmu ini akan menjadi orang yang akan membuatmu bangga.
Menjadi buah bibir untuk ratu ratu sejagat raya.
Tunggulah...

Ratu,
Tetaplah sehat, tetaplah menjadi agung.
Tetaplah menjadi panutan bagi pangeran dan putri kerajaan.

Dengan segala hormat dari hati yang terdalam,
Pangeranmu tercinta.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-4

Sunday, February 1, 2015

Dari Dirimu

Hei kau yang berlari dalam kegelapan.
Apa yang kau cari?
Kebahagiaan? Cinta? Kasih sayang?
Kenapa kau murung?
Tahukah jika matahari di atas sana menyimpan harapan yang besar padamu?

Janganlah berkeluh kesah tampan,
Daun saja tidak pernah mengeluh dan selalu mencintai embun yang tak berwarna.
Angkatlah kepalamu, kau tak sendiri.
Masih banyak cinta yang akan kau dapat.
Keluarga, sahabat.

Jangan kau sesali telah masuk terlalu jauh di dunia yang kelam ini.
Tuhan memberikan cobaan tidak akan melebihi kemampuan umatnya kan?
Anggukanmu sungguh meyakinkan.
Kau akan kuat, sekuat baja.
Kau akan peka, putri malu pun kalah cepat denganmu.
Hei, ayo bangkit!

Salam kasih sayang yang mendalam,
dari dirimu

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-3

Saturday, January 31, 2015

LDR jahat!

Kau jahat sekali LDR!
Aku merindukannya tiap hari, tiap jam, tiap gerakan tubuh yang kupunya.
Tak kusangka akan seberat ini.

Tapi pada intinya, aku akan mengalahkanmu.
Iya, aku yakin sang puja juga akan begitu.
Aku tahu kau akan perlahan membunuh kami.
Tapi tidak!
Kau hanya terlalu iri dengan kami.
Kami sudah membuat tali yang sangat panjang untuk saling berpegang.
Kuat, erat, tanpa memperdulikan angin kencang kirimanmu yang terus menerus menggoyahkan kami.
Tahukah engkau wahai LDR?
Jarak yang kau buat adalah salah satu jembatan yang menguji besarnya rasa sayang kami.
Terimakasih,
Kau akan kalah, ingat kata - kata kami.

Aku teringat dimana kami harus bertemu dengamu.
Kami tak rela melepas untaian tangan kami.
Saatku sampai di istanaku pun aku masih tak rela melepasnya hanya karena ulah jahilmu.
Kami tahu ini akan terasa sulit, sangat sulit.
Tapi kami sudah sepakat, bahwa kami akan terus berjalan beriringan walaupun tangan nakalmu tetap mencubit - cubit seluruh badan kami.
Kami sekarat?
Hey, yang benar saja!
Semakin kau keraskan cubitan tanganmu, semakin erat kami berpeluk, bergandeng, berjalan bersama.
Hanya menunggu waktu hingga kau lelah dan mempersilahkan kami untuk berada di satu tempat lagi.

Hanya berharap,
Semoga kau, pada nantinya menjadi teman baik kami.
Sahabat yang dapat merangkul kami menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya.
Membuat kami mengerti susahnya mempertahankan apa yang harus kami pertahankan.
Terimakasih, LDR...

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-2

Friday, January 30, 2015

Sang Kapten

Hai kapten,
Mungkin tiga belas empat belas ucapan telah lama kita bahas.
Hari ini bahtera akan coba dengan tulisan.
Tulisan dimana kata aku sayang kamu akan terlihat lebih menyenangkan.
Mungkin?

Entah kenapa pada awalnya aku ragu.
Dengan segala kekurangan dan kefanaan diriku.
Tapi tetaplah hati ini ingin terus maju untuk dapat menggapaimu, kapten
Entah berapa lama aku berpikir saat itu.

Aku tak tahu, ada saat dimana kau mencoba buat aku terbang.
Iya, aku terbang.
Sungguh tinggi hingga aku tak sadar bahwa aku adalah seraut bahtera yang mengapung di lautan.

Memang aku bahtera yang kecil.
Kau adalah kapten dari segala.
Memiliki semuanya, kebahagiaan, gilanya umat, dan aku.
Aku dari awal sudah memberikan kemudiku padamu.

Kapten,
Tiada harap yang dapat aku semat padamu.
Hanya mengingatkan bahwaku tak selalu memberi kebahagiaan padamu.
Akupun tak berharap kau bisa membahagiakanku untuk selamanya.
Kapten, mari terus berlayar tanpa peduli ombak samudra menghantam membinasakan kita.
Kita akan bisa melewatinya kan, kapten?
Aku dengar kau berbisik kata "iya".

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-1

Tuesday, January 27, 2015

Raga

Ada apa?
Apa kotak tuturan masih terkunci hingga akhirnya hanya kau pendam sendiri?
Raga tersesat dalam hutan yang entah tiada pijakan untuk terus beranjak
Mencoba membaca peta
Membuat sebuah kompas
Mencari cara untuk dapat menemukan kunci harta berharga
Seperti yang telah terjadi selama ini
Semua akan terasa tidak mudah
Raga hanya perlu berusaha lebih
Pusing pala raga

Monday, January 26, 2015

Saturday, January 24, 2015

Teruslah berlari

1/
Berlarilah sekencangmu
Lebih kencang dari sang angin
Hingga kau dapat berpijak diatas air
Lalu kau dapat padamkan api
Melumat daun daun kering dalam tanah

Tetaplah seperti itu

Sedangkan aku?
Aku akan tetap di sini
Di rumah
Rumah yang kau dan aku dirikan
Meracik hidangan
Menambahkannya garam
Menambahkannya gula

Membekalimu seketika kau ada di depan pintu

2/
Aku hanya lebih sok tahu tentang pondasi ini, iya pondasi rumah ini
Tahukah kamu, cara membuat rumah semegah ini?
Seyakin ini?

Tidak, jika aku tidak mengenalmu

Teruslah berlari
Teruslah berlari

Lalu pulanglah, bawa cerita cerita indahmu

Monday, January 19, 2015

Aku yang Telah Bahagia, dan Kau

Kau berlari
Entah dengan tujuan apa
Mengejarku yang sudah tak banyak bicara
Tahukah kau?
Aku sudah bahagia
Iya, benar.
Cinta hanya membela rasa

Aku dan kau bagaikan pintu lemari yang terbuka.
Dapat tertutup, tetapi terhalang pilar pembatasnya.
Relakan aku yang sudah memilih
Karena dahulu kau juga sudah memilih

Aku telah bahagia

Saturday, January 17, 2015

Thursday, January 15, 2015

Tuesday, January 13, 2015

Saturday, January 10, 2015

Entah Kapan

Sesuatu terlintas ketika kau menyentuh saya
Iya,
Rasa senang
Iya,
Tiga empat rasa melayang
Iya,
Bangunnya malaikat jahat.

Terpikir saya belum siap
Terpikir saya belum jadi yang diandalkan
Terpikir saya akan menjaga badanmu lebih lama lagi

Saya tahu nanti akan ada waktunya.
Saya belum bisa menebak.
Saya tahu kamu pun begitu.
Menunggu saat itu.
Saat datangnya gama raga.
Entah kapan

Tuesday, January 6, 2015

Kami

Kamu,
Dengan segala kehebatan
Dengan segala kemampuan
Dengan segala galanya

Saya,
Dengan segala kekhawatiran
Dengan segala kecanggungan
Dengan segala galanya

Tapi Kami,
Dengan segala kelebihan
Dengan segala kekurangan
Dengan segala galanya

Menilai semua proses yang kami jalani
Bukan memaksa tujuan dimana kami cari.

Kami.

Monday, January 5, 2015

Rasa

Rasakan,
Sinarnya.
Semilirnya.
Indahnya.
Bahagianya.

Ada yang bilang,
Pejamkan saja matamu,
Agar kau dapat bernapas lebih lega.

Ada yang bilang.
Hidupmu akan lebih indah,
Kalau kamu tahu jalan yang benar.

Ada yang bilang.
Nikmatilah cinta,
Dia akan seenaknya datang dan pergi menghampirimu.

Nikmatilah kawan.
Begitu pula aku.
Aku akan menikmati dan mempertahankannya.
Keindahan yang sungguh tiada dua.

Sunday, January 4, 2015

Akan ada

Jauh,
Saya tahu ini akan membuat saya terbiasa.
Membuktikan, membuatmu melihatnya.
Jauh bukanlah penghalang.
Iya, bukan. Sama seperti yang orang lain bilang.
Kita masih melihat langit yang sama?
Iya?
Kita tetap berjalan beriringan.
Bukan karena saya
Bukan karena kamu
Tapi kita satu.
Tujuan kita tetap menjadi sempurna.
Bersama, bukan salah satu.
Hangat itu akan tetap di nanti.
Pasti.
Satu demi satu, detik, jam, hari.
Percaya atau tidak saya akan ada.
Akan ada.

Sejak

Sejak pertama saya menolehkan pandangan mata kepadanya,
Jabat tangan pertama, 
Ya, saya sudah terlalu lama tidak melihat senyum itu.
Senyum yang saya rasa sangat tulus, sangat tulus.
Kicauan sekilas, hentakan dada ke tiga belas empat belas.
Saya tahu ini akan susah. 
Saya tahu ini akan berat.
Saya tahu ini akan beresiko. Dua puluh empat. Dua belas. 
Saya tahu banyak yang bisa membahagiakan, dan kamu pun tak pernah menjanjikan bahwa akan selalu bahagia.
Tapi saya ada.
Saya berjalan mendampingi.
Mendampingi bagaimanapun kondisinya.
Saya sudah memilih
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com