Tuesday, February 24, 2015

Ayo Jadi yang Terbaik. Bersama-sama

Sudah terlewat 5 hari yah. Karena kesibukan yang tiada henti. Bahkan menggenggam batang berinternet ini pun tak sempat.

Hey, aku masih bingung mau menulis apa. Hubungan kita merumit semalam. Entah aku juga merasakan aku menjauh. Kamupun enggan bertanya.

Sebenarnya rasa menjauhku ini karena aku benar benar capek. Lelah. Secara fisik. Hatiku masih utuh untukmu. Kau tahu beberapa hari ini aku mengalami pukulan berat pada isi kepala dan tiap senti pada ragaku.

Iya aku juga dalam proses mengenalmu. Seperti itulah kamu. Aku harus menghargainya. Kamu tetaplah jadi yang terbaik.

Mengapa "tetaplah jadi yang terbaik"? Iya itu sebuah harapan agar kamu terus berusaha jadi yang terbaik. Sekarang? Sudah baik.

Entahlah aku menulis apa di suratku kali ini.

Akupun belajar untuk tetap jadi yang terbaik. Iya, karena aku sadar aku bukanlah yang terbaik. Tapi aku akan menjadi yang terbaik.

Marilah jadi yang terbaik. Bersama sama.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-26
Hari dimana lelahku sudah setengahnya hilang.

Monday, February 23, 2015

Mengamuklah pada Sang Biadab

Akulah sang biadab,
Manusia yang tak tahu diri. Tidak tahukan akan kesepian yang memeluknya hingga tetesan bening keluar dari mata indahnya?

Hey akulah sang biadab. Aku kah yang melupakanmu? Kemarilah. Mengamuklah. Aku pantas dicerca.

Tiap ruas tubuhku mulai bergetar. Tak ayal sakit di dada semakin terasa. Tak dapat berhenti terus membayangkannya. Tak tahu harus berbuat apa. Tertolak. Mati.

Aku lebah pekerja yang kehilangan kawan. Terpisah diantara koloni. Mati kesepian.

Mengamuklah. Pada sang biadab.
Biarkan aku menikmati sakit ini dahulu. Aku akan kembali lagi, nanti.

Wednesday, February 18, 2015

Dari Berondongmu, dan Kata Maafnya

Kesayangan,
Hari ini aku sungguh bahagia. Sungguh. Tahu karena apa? Karena semua sikapmu.

Yah, ini hal sepele. Tapi tak bisa disepelekan begitu saja. Ini tentang pemamah di perutku. Makasih kesayangan.

Sudah sekian lama yah, entah beberapa tahun. Tapi kali ini aku menemukan komposisi yang tepat. Caramu menghadapiku, menasehatiku, ah kau luar biasa.

Aku ingin minta maaf. Aku ragu kau bakal memaafkanku. Iya, karena aku benar benar salah semalam. Aku telat memberi penenang pada pemamah dalam perutku ini. Kau bilang padaku, "usahain deh, sayang sama diri sendiri". Iya aku sadar, harusnya aku tak meninggalkan kewajiban dengan kewajiban lain, seperti katamu juga.

Hey kapten, aku akan berusaha lebih baik lagi. Sayang pada diriku sendiri juga. Ingatkan aku jikaku sudah terlalu jauh. Terlalu pikun dengan apa kewajibanku. Tolong, jangan tinggalkan aku juga. Aku tak tahu, aku akan menghilang, atau tenggelam, jauh.

Terimakasih dan teruslah saling mendukung bahu membahu.
Kecup yang sudah lama tak ku layangkan padamu.

Your man. Ah tidak, aku berondongmu. Ahahah

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-20
Hari dimana aku bangun terlalu siang dan untungnya alarm membangunkanku tepat jam 8. Waktuku menjinakkan hewan nakal di perut ini. Cepatlah sembuh. Kau juga, teruslah semangat. Aku di sisimu

Tuesday, February 17, 2015

Semangat Kawan!

Semangat kawan!
Hari ini adalah hari dimana acara kita akan di mulai. Sudah siapkah? Apakah masih ada yang kurang?

Yah, aku tahu ada kalanya kepanitiaan yang kita buat bisa berakhir mengenaskan. Semoga yang ini tidak. Masih ada orang orang yang benar benar peduli. Berkomitmen.

Terimakasih kawan, cuma tuhan dan doa dari peserta yang bisa kita dapat. Semoga doa yang dari peserta tidak buruk buruk banget yah. Semoga saja acara ini berjalan lancar.

Tetap semangat kawan. Minggu ini akan terasa melelahkan.
Dari pilotmu, yang mencoba mengarahkan kemana pesawat ini berlayar di udara.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-19
Hari dimana acara besar yang kupegang dimulai. Masih ada 3 hari lagi sebelum acara ini semakin besar. Doakan saja yang terbaik.

Monday, February 16, 2015

Hanya Terimakasih dan Rasa Rindu

Hari ini ternyata waktuku termakan habis oleh kegiatan kegiatan kampus. Sedih memang, lelah. Tapi tak apa, semoga semua berjalan lancar.

Kapten, terimakasih untuk selalu mengerti akan bahteramu yang sungguh asik sendiri dengan ikan ikan yang ada di laut. Bukanku lagi tak ingin berlayar denganmu. Bermain dengan ikan ikan ini sungguh karena aku memegang peran yang penting bagi air yang mereka renangi.

Aku menggunakan metafora aneh lagi ya? Ya mungkin hanya kau yang tahu masalahku sekarang, resahku. Makasih banyak telah memahamiku, kesayangan.

Terlalu lamakah kita menunggu waktu untuk berlayar? 2 minggu lagi. Sungguh sangat lama bagi bahtera yang haus belaian dan hangat tubuhmu ini.

Ingatlah kapten. Aku akan terus berlayar bersamamu. Menyisir setiap bagian air yang ada di laut. Menemukan lebih banyak ombak. Lebih banyak lagi menemukan daratan. Melawan segala ketakutan akan badai yang melanda.

Peluk, cium, elus dan segalanya untukmu
Dari bahteramu yang sedang asik menciprati air ke ikan ikan nakal.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-18
Iya hari ini sungguh sibuk. Sampai lupa kalau aku masih mengikuti ajang ini. Tak apa, aku hanya menuangkan luapan pikiran untuk dibaca orang orang.

Sunday, February 15, 2015

Ini Surat Sedih

Aku tahu, tim ini sudah tinggal menunggu ajalnya. Menunggu pudarnya kepercayaan. Tolonglah ingat. Janji janji manismu?

Hei kawan, aku tak apa bekerja hanya di bantu beberapa orang darimu. Sungguh itu sangat membantu. Tapi mana yang sebagian? Menghilang, menjadi serpih, lalu tenggelam dalam bumi.

Aku bingung kawan, aku lelah, aku tak sanggup. Tapi mencoba untuk bertahan. Karena ini sungguh penting untuk tumbuh kembang anak orang.

Hey, jika ada waktu kembalilah. Aku sungguh menantikan kehadiran lita bersama. Agar tak ada kata gagal dalam acara kita yang sudah dirancang luar biasa.

Sungguh, aku lelah. Kau harus tau kawan. Bantulah aku.
Dari seorang yang tak bisa lari dari komitmennya.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-17
Hari dimana aku sungguh lelah karena kepanitiaan yang kukepalai hanya bersisa beberapa. Mungkin aku yang gagal. Tetaplah semangat eskah!

Saturday, February 14, 2015

Sayang untuk Sang Puja

Untukmu, sang puja yang piawai merangkai kata.

Butuh sangat banyak inspirasi untuk surat ini sebenarnya. Mungkin karena seharian ini aku meninggalkanmu dalam belenggu pekerjaan yang tanggal mainnya sisa seminggu ini. Hingga kepala ini terasa sangat sesak. Maafkan aku.

Aku mencoba mengingat-ingat kembali kejadian luar biasa kita, pertemuan kita, obrolan-obrolan hangat.

Entah sudah atau mungkin sangat banyak sekali kata sayang yang terucap. Tapi itu sangat nyata buatku. Memiliki orang yang luar biasa kuat. Walau kamu tahu kaulah sang badai.

Tak apa, hiduplah sebagai badai, dan aku sebagai rintik rintik hujan yang menemanimu selama awan penyangga kita berlarian.

Bukannya hari ini hari kesayangan? Aku bukan merayakannya. Kita tahu hari kesayangan kita ada disetiap hari, kan?  Tapi benar katamu. Lebih banyak yang bersedih ketika merayakan hari ibu atau ayah.

Tulisan ini mulai absurd, kamu bilang ini semacam writer's block.
Tapi tak apalah, aku berusaha menulis apa yang aku rasakan. Walau sedikit dipaksakan.

Hey, kapten kesayanganku! Tetaplah jadi yang terbaik yah.

Teringat kecupan hangatmu walau hanya diterbangkan menggunakan merpati mayamu.

#30HariMenuliaSuratCinta
Hari ke-16
Hari dimana aku sungguh rindu padanya. Rasa bersalah karena pergi terlalu cepat menggebu gebu. Tak sabar untuk melalui 2 minggu kedepan. Tunggulah kapten. Kau harus sehat!

Friday, February 13, 2015

Kita, yang Memiliki Bom Waktu

Sampai juga di kota pahlawan, lagi. Menghadapi kegiatan yang tak kunjung berhenti. Semoga cepat terselesaikan. Iya saat ini aku menulis surat tepat setelah sampai di istana yang mulai tipis tipis tertutup oleh debu. Ah, besok aku harus membersihkannya kembali.

Surat ini aku tujukan pada orang yang sangat aku banggakan. Orang yang sangat kuat walaupun tak apa dia sering meringis mengeluh tentang apa yang dia rasa. Aku coba terus tetap menguatkannya.

Hei, maafkan aku ya. Hanya sebentar waktu yang ku punya di kota dingin, kota dimana kita memadu rasa. Aku sebenarnya masih merasakan rindu. Ingin merasakan pelukan hangat kita.

Aku tahu nantinya kita akan dinobatkan jadi pasangan yang luar biasa. Karena memang kita memiliki hal yang orang lain tak punya. Tak perlu ku sebutkan kan? Yah, kita sama sama seperti bom waktu.

Entah aku akan meledak kapan, tapi terus ada yang menggerogoti, menggerus tiap ruas kantung peleburku. Iya hanya menunggu waktu. Tapi, kita akan tetap melewatinya bersama kan?

Ahaha, aku teringat film yang luar biasa. Dua manusia yang bertemu di ruang rehabilitasi. Iya bukan sih? Kau yang menunjukkanku film itu. Semoga kita tetap terus saling mendukung yah.

Kau semakin membesar. Iya walau hanya dibagian pipi. Ayo rajinlah olahraga. Aku tak akan kalah. Aku juga akan rajin olahraga.

Akhir kata,
Aku sangat sangat ingin selalu berada di sampingmu. Terus menatap wajahmu. Sampai pada masa bom waktu dalam diri kita dapat dijinakkan. Iya kita bisa.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-15
Hari dimana aku hanya dapat bertemu beberapa jam dengannya. Sudah sangat senang sekali. Tapi aku sungguh ingin berlama lama.

Thursday, February 12, 2015

Ceritaku, Untukmu

Hari ini aku berada di keramaian. Dengan berbagai macam wajah. dengan tujuan yang mungkin berbeda beda mungkin juga sama. Iya, dengan sanak saudara mereka dan beberapa anak anak yang riang gembira menyambut kedatangan sang "Penataran".

Aku mendapatkan ruang 3. Aku masih menunggu. Tepat di bawah angka bertuliskan ruanganku. Entah akan bertemu orang orang seperti apa.

Hei, bukankah surat ini harus tertuju pada seseorang? Entah hanya ingin bercerita sedikit.

Kemarin, tepat saat aku terkena sakit tipes. Adekku membelikan sebuah buku kumpulan cerpen dari suatu organisasi pers terkenal di negara yang lebih dari separuhnya air ini. Ada cerita yang membuatku tertarik dan ternyata memang terasa nyata.

Kisah itu tentang perilaku manusia jaman sekarang. Akan terasa berbeda bila kau ada di tempatku sekarang. Iya tempat menunggu ruang ruang berjalan hingga tempat tujuanmu. Lebih sedikit orang menggunakan "alat" daripada di dunia luar sana.

Yah aku tak memungkiri ada beberapa termasuk saya yang menggunakan "alat". Tapi sebagian lagi saling berbincang. Entah pada orang dikenal atau tidak.

Hei, saat ini aku sudah ada didalam ruang berjalanku. Ada kakek kakek tua disampingku dan ibu muda di depannya. Aku senang sekali melihatnya. Kakek ini sekarang sedang menjajakan tas lucu. Entah seperti tak terlihat kalau sang kakek adalah pedagang.

Yah biarlah aku menikmati perjalananku dahulu.
Aku tahu sekarang tujuan suratku ini.
Iya kepadamu yang menyediakan waktu untuk membaca tulisan ini.

Ini bukan surat cinta yah?
Yaudah, saya akan memberikan sedikit petuah saja.
"Alat" terkadang bisa memudahkan sesuatu. Tetapi alat juga membuat kita jauh dari apa yang ada disekitar kita. Ini mungkin sudah banyak di sebutkan orang orang yah. Ahahah saya hanya mencoba untuk bercerita.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-14
Hari dimana aku terpaksa untuk pulang demi nikmat kesehatan tuhan.

Tuesday, February 10, 2015

Kamu, yang Telah Berubah

Yah, tuju dari surat ini tetap kamu. Iya kamu. Yang baru saja selesai dengan segala kesibukannya di hari selasa. Habis mencuci segala peralatan yah. Ahaha kasian.

Kamu itu adalah seorang yang sangat malas mengerjakan kegiatan rumah. Entah menyapu, mencuci piring. Lihat, pada akhirnya sang Ratu lebih senang menggunakan piring dari bambu yang diatasnya memakai kertas nasi. Iya kan? Itu mungkin karena kebiasaanmu yang tak suka terlibat urusan rumah.

Tapi akhir - akhir ini kamu mengalami perubahan. Entah kamu sangat bahagia atau apa, mungkin pengaruh darinya sungguh besar terhadapmu. Kamu bingung? Aku saja yang memperhatikan tiap langkahmu juga bingung kok. Baguslah, aku sangat senang melihat perubahanmu.

Akhir - akhir ini juga kamu lebih rajin merawat diri ya. Entah dengan mandi 2 kali sehari yang tak terlewatkan, tiap pagi dan malam pun tak lupa kamu pasang pelindung sinar jahat sang surya, mencuci   wajahmu agar tak terlalu kusam dan terlihat menawan dimata manusia. Lumayan lah, kamu tidak mengecawakan kok dalam penampilan. Aku ikut senang.

Eh, coba lihat lagi tulisan - tulisan di kamarmu. Makin sering kamu baca juga ya? Catatan kecil yang kamu tempel di dinding, iya yang kau anggap sebagai penyemangat diri sendiri. Lama - lama penuh kali ya kamarmu dengan coretan itu. Baguslah.

Yah, memang kamu sudah waktunya untuk tidak hanya memikirkan kesenangan sih. Tapi kamu sudah saatnya membuat "bahagia" untuk dirisendiri. Iya, aku sangat ingat ketika kau berkata.
"Bahagia itu dibuat oleh dirisendiri. Sama seperti kamu membuat kolam ikan, kamu sendiri yang akan mengisi ikannya. Tetanggamu? Boro - boro mau memberi ahahah".
Aku paham kok, lalu kau melanjutkan kalimat itu seperti ini.
"Kecuali tetangga kamu kolam ikannya sudah sangat banyak, hingga dia memberikan ikan padamu".
Maksudmu bahagia itu dibuat oleh dirisendiri, lalu ketika kamu sudah bahagia dengan dirisendiri ada saat dimana kamu membagikan kebahagiaan pada orang lain. Benarkan?

Tetaplah jadi pemikir dengan fantasi yang luar biasa dalam pikiranmu teman.
Jadilah bahagia, lalu sebarkan ke orang lain, yang kamu sayang, yang kamu ingin hidupnya lebih bahagia dengan dirimu.

Sayang yang mendalam,
dariku, yang terus merasakan tiap langkah yang kamu pijak.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-13
Hari dimana tanggal dan nomor kesukaan si "dia" berpadu. Yah, hari ini sungguh aku ingin menulis tentangnya. Tapi kemarin aku sempat memikirkan hal ini. Tentang dirisendiri. Hingga akhirnya aku menulis seperti itu.
Akhirnya juga aku menyadari, ini sungguh salah hari. Aku menulis untuk "I Stand By You" di hari ke 11, tolong maafkan kefanaan ini.

Monday, February 9, 2015

Kau, Penjajah, dan Aku

Hei kau. Iya kau yang sedang entah, berbaring atau sedang jalan jalan atau sedang bercanda gurau atau sekarang sedang bersedih memikirkan kejamnya dunia ini.

Keganasannya memang tak bisa kita tangkal sekarang. Iya aku tahu. Hanya proses dari keganasan itu yang dapat kita perlambat. Kau tak akan menyerah kan? Toh kau terlihat baik baik saja. Orang lain pun tak akan menyangka kau menyimpan penjajah tentara penangkal hama dalam tubuhmu. Kau akan baik baik saja kan?

Maksud dari suratku ini adalah suatu komitmenku untuk kita, menghadapi penjajah itu. Jangan takut. Aku ada di sampingmu. Bersama kawan kawan baikmu. Aku yakin mereka tak akan meninggalkan dan menjauhimu begitu saja. Kau janganlah takut.

Kau tak sendiri. Janganlah kau terus berpikiran negatif tentang kehidupan yang sekarang. Paman yang berada di rehabilitas hama pun juga berkata kau tak seharusnya begitu kan? Kau memang harus kuat. Kami juga akan membantu menguatkanmu.

Janganlah terus menangis. Tetaplah makan pada waktunya. Jangan lupa bersihkan badanmu walaupun air dalam telaga dingin mencubit kulit. Agar bersih. Agar tak ada penjahat yang masuk dalam tubuhmu. Kau akan sehat sehat saja setelah itu.

Aku di sini mencoba untuk membuatmu lebih baik. Walaupun kau berada di kota yang sejuk dan aku berada di kota panas arah utara dari kotamu.
Kita akan bisa menghadapinya kan?
Iya, aamiin.

Kau harus kuat, dan menjadi luar biasa.
Dari seseorang yang berusaha menguatkanmu. Selalu.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-11
I Stan By You.
Hari di mana aku berada jauh dari sisinya. Tapi akan terus ku mencoba untuk menyemangatinya.

Pangeran, Ada Surat!

Hujan ya ceritanya di kota pahlawan. Hari ini juga aku mencoba menulis surat, untuk diriku sendiri dan kefanaan di dalamnya.

Hei kamu, yang wajahnya kusam, dekil. Terkadang kamu harus tahu cara merawat dirimu sendiri kawan. Iya aku tau semalam kau baru saja pulang dari kota tercintamu dan 2 setengah jam kemudian kau tiba di kota pahlawan ini. Terus kau langsung tidur? Dengan wajah kotor, debu dari truk truk besar yang kemarin kau lewati?

Hari ini hujan. Perkuliahanmu pun telah dimulai minggu ini. Hahh.. Akan sangat melelahkan. Itu yang kau pikirkan kan? Coba kau perbaiki juga cara belajarmu. Tidak semuanya gampang kau cerna di institut teknik yang kau bangga banggakan ini. Coba lihat teman temanmu. Mereka sedikit lebih berusaha biar dapat yang terbaik. Kenapa kau tidak?

Hei, di kota sejuk ada yang selalu menantimu. Walaupun kau ragu jangan lepaskan. Berat, iya kau pun rela menjaganya. Ingin selalu bersamanya kan? Maka kuatkan dirimu, untuk menguatkan dirinya. Kau yakin dia akan sembuh dan baik baik saja kan?

Yah, sedikit bodoh atau apalah. Kau menuliskan surat untuk tubuhmu sendiri ini. Tapi ini salah satu caramu biar bisa merasa lebih baik kan? Iya. Lain kali surat surat yang lain boleh kau tujukan pada dirimu sendiri. Feel free to do it. Karena di sini, di kota yang penuh perjuangan ini ada saatnya kau akan merasa sendiri dan hanya bisa berbicara pada diri sendiri. Seperti saat ini.

Akhir kata, teruslah berjuang kawan. Kau sudah memberikan yang terbaik. Tapi terbaik saja tidak cukup kan? Lakukan dengan sempurna. Setidaknya hanya sedikit kesalahan yang kau punya.

Tolong rapikan kamar kosku,
Dari dirimu sendiri.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-12
Harusnya untuk hari ke 11, karena tanggal 11 bertema, saya pindahkan untuk hari ke 12.
"Hari dimana hujan terus turun dengan ceria. Semoga perkuliahan diliburkan. Tolong diamini." -Doa untuk kemarin tapi Tuhan mengabaikannya. Tuhan tahu saya harus rajin kuliah. Maafkan hamba

Sunday, February 8, 2015

Saturday, February 7, 2015

Kepada yang Hidupnya Lagi Kelam

Untuk seseorang yang sedang bergalau ria dalam kegelapan hidupnya.

Hei, tidakkah kau lihat burung - burung yang sedang terbang di atas sana? Iya di langit yang luas itu. Kau melihatnya kan? Bebas, cantik, menawan. Apa karena gelapmu kau tak ingin juga seperti mereka?

Tahukah kamu, apa yang kau lakukan akhir2 ini hanya membuat duniamu semakin gelap. Hitam, legam, tak sedikitpun cahaya bisa menembusnya. Kau harusnya tak begitu. Aku ada di sini, berusaha mengajakmu terbang. Bebas, mengudara.

Hei, aku tahu. Berat, iya sungguh berat. Tak seorangpun mau terjerumus jatuh hanya karena ketidaksengajaan di masa lalu. Tapi apakah harus disesalkan sekarang? Tidak! Karena ini kau lebih spesial. Tanda Tuhan masih sayang padamu.

Kenapa kau bersedih lagi? Tidakkah cukup aku di sini? Kalau pun iya mari kita berbincang kembali. Takut, iya aku pun merasa takut. Bukan takut karena dekat denganmu, tapi aku takut kehilanganmu. Kehilangan bayang kepak sayapmu yang sungguh indah. Keanggunan tubuhmu. Segala yang kau miliki. Apakah kau merasakannya?

Semangatlah, kita bisa terbang lebih tinggi lagi. Kau janganlah bersedih lagi.

Ini, segenggam jerami kecil untuk membangun rumah kita.
Dari seseorang yang sangat senang berada disampingmu. Selalu.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-10
Hari di mana aku akan tetap berusaha memberi semangat kepada orang yang sedang dalam keterpurukannya akan masa depan.

Surat Dari Sang Pangeran yang Durhaka

Untuk Ratu, yang paling cantik dan bersahaja.
Ratuku, sudah 46 tahun umurmu, 20 tahun mendampingi raja, dan 19 tahun mengayomi pangeranmu ini.
Terimakasih ratu.
Kau begitu mulia, begitu agung hingga tak ada yang bisa menggantikanmu, di mata dan hati kami. Anggota kerajaan.

Tetaplah sehat ratuku, tetaplah luarbiasa. Semakin hari makin kulihat timbul beberapa kerutan diwajahmu. Semakin hari makin kulihat semakin kau menyayangi kami. Tidakkah kau lelah?

Ratu, pangeranmu ini sungguh ingin membahagiakanmu. Dengan cara apapun. Tapi apa yang ku lakukan ratu? Pangeranmu ini sungguh durhaka. Maafkan aku ratuku.

Ratu, tetaplah sayang pada pangeran dan putrimu.
Dari pangeranmu yang ingin selalu memperbaiki dirinya.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-9
Hari dimana Ratuku berulangtahun.

Friday, February 6, 2015

Kita Akan Menjalaninya Bersama

Untukmu lagi,
Yang berharap akan adanya keajaiban tuhan.

Janganlah terus bersedih, kau tahu kan itu akan memperburuk keadaan. Nyatanya kau masih baik - baik saja, bahkan terlihat sangat sehat dibandingkan denganku. Kita akan menjalaninya bersama.

Aku tahu, aku tak bisa berbuat lebih banyak dari apa yang sekarang aku berikan padamu. Hanya semangat, dan kata "janganlah terus kau pikirkan". Kita akan menjalaninya bersama.

Benarkah wabah ini tidak ada obat untuk menepisnya? Pasti ada, entah kapan akan ada pestisida penangkalnya. Bukan aku terlalu optimis. Tapi apa lagi yang bisa kita lakukan selain mengadakan kata "optimis" itu sendiri. Iya kan? Kita akan menjalaninya bersama.

Aku pun abu - abu entah ini kata kesekian tiap suratku aku menyebutkan kata itu. Bukan karena kau telah menghitam sayang. Tapi aku ragu pada diriku. Akankah kau akan terus menjalani ini bersamaku?

Sayup - sayup kata ragu mulai bermunculan diantara kita. Hanya fatamorgana pikirku. Aku sangat yakin kita bisa menjalaninya bersama.

Peluk hangat,
dari seseorang yang akan tetap terus memelukmu.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-8

Thursday, February 5, 2015

Akankah

Akankah?
Ah, aku harusnya tak membahas hal ini. Tapi semakin jauh semakin banyak timbul pertanyaan di kepala yang membuatku bingung. Apakah, akankah, benarkah.

Aku di sini selalu menanyakan. Apakah hubungan ini tetap akan terus berlanjut? Iya aku bisa. Bualan? Entah kau mau bilang apa.

Tetapi, ada beberapa hal yang aku bingungkan. Kita sudah sepakat untuk berjalan beriringan. Tapi kenapa hanya aku yang bertanya? Kita sudah sepakat untuk melawan ombak bersama. Tapi kenapa hanya kata terserah yang aku dapat?

Tahukah, aku memang kapal yang masih kecil. Yang nantinya akan karam juga oleh ombak yang luar biasa. Aku masih ingin bersamamu, iya. Walaupun susah, walaupun pertanyaan dariku akan habis dan aku hanya bisa diam. Walaupun banyak kata terserah yang membuatku tambah bingung.

Aku hilang arah.
Aku oleng.
Aku..

Masih berharap.

Wednesday, February 4, 2015

Terimakasih Penenggelam Handal

Ya kamu!
Dunia kelam yang menenggelamkanku jauh di bawah naungan gustiku. Kau, jahat? Aku tak paham harus bilang jahat atau baik untuk dirimu. Diriku dalam keadaan abu - abu.

Awalnya aku iseng, haha iya aku adalah orang yang iseng. Ingin tahu tentang manusia. Tapi aku tak tahu kalau bisa sampai begini nyatanya. Aku tak menyalahkanmu, atau diriku sendiri, atau siapapun. Ini jalanku, itu katamu kan?

Yah, aku terbuai oleh rayuan zat nakal yang diturunkan paksa oleh Tuhan. Aku salah, tapi tidak harus disesalkan kan?

Hei kamu, dunia kelam yang membuatku mengerti segala keburukan dunia ini. Terimakasih, entah aku bahagia atau tidak dalam pelukanmu. Aku harus berterimakasih. Aku menganggapmu baik? Oh, tidak juga. Ada beberapa hal yang membuatku berpikir. Nanti aku ceritakan. Mungkin di surat - surat selanjutnya buatmu.

Yang pasti, aku akan berusaha terus melayang bukan mengapung atau tenggelam dalam dirimu. Bukan karena aku takut lebih dalam. Tetapi agar bisa naik ke permukaan ketika aku telah siap.

Terimakasih, lagi.

Senyum tulus.
Darimanusia yang ingin dan tak ingin lepas dari pelukanmu

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-7

Tuesday, February 3, 2015

Hai Kesayangan

Hai kesayangan,
Surat ini aku tujukan padamu karena memang perjalananku--ah, bukan perjalananku tapi kita--adalah yang terbaik selama yang pernah aku alami. Banyak hal yang kita lalui. Ya, banyak sekali padahal baru sebulan kita berlayar bersama--setelah kita PDKT selama beberapa minggu--dengan ombak ombak kecil yang kadang membabi buta juga.

Pada awalnya, aku tak sengaja untuk menambahkanmu pada akun facebookku yang telah lama usang. Aku hanya iseng melihat lihat teman, dan terjadilah kecelakaan itu. Lalu setelah beberapa hari mungkin--aku lupa itu terjadi kapan--kau menerimaku dan menyukai beberapa foto yang ada di sana. Penasaran, yah akhirnya aku mencoba mengobrol denganmu. Walaupun hanya lewat chat. Kamu berbeda, kata itu terlintas di kepalaku. Iya, itu bagaikan lebah lebah mungil yang mendenging terbang disekitar sarangnya.

Entah apa yang dulu kita obrolkan. Hanya sebuah basa basi? Tentu, tapi aku suka. Kau berbeda--kata itu tersebut lagi--dari yang lain. Kau tak mempertanyakan hal--sesuatu yang sakral di dunia kami--yang aneh aneh. Iya, kamu terlihat mempesona dengan attitudemu.

Hingga kini akhirnya aku sadar, jika memang rasa sayang itu tak memandang apapun. Hubungan kita pun berlanjut. Aneh memang, berusaha untuk tidak melakukan hal yang sekarang aku pikir itu adalah perbuatan yang kelewat negatif. Tapi kita bisa, kita melakukan hubungan ini dengan baik sekali.

Aku senang, bahagia. Entah, setiap yang kau lakukan padaku--pelukan, ciumanmu--itu membuatku senang, menjadi abu, lalu terbang bebas di udara.

Saat ini aku tahu kau sedang pusing. Memikirkan segala yang membuatmu bingung. Aku? Aku ikut sedih. Sakitmu terasa menacap di dadaku. Sakit...

Tapi aku yakin kau dan aku akan tetap bersama. Long life. Kita akan bisa melewati ombak ombak yang menerjang dan juga badai petirnya.

Akhir kata, kau sungguh sungguh memilikiku.
Kau akan selalu sehat. Iya kan?
Kau tak akan meninggalkanku. Iya kan?

Tetaplah jadi yang terbaik,
Dari seseorang yang sungguh mengagungkanmu dalam hatinya.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-6
For The First Time in Forever

Monday, February 2, 2015

Selamat tanggal 3, kapten!

Selamat tanggal 3!
Luarbiasa, sudah sebulan. Akhirnya.

Kapten,
Bahtera ini sudah mengusahakan yang terbaik untuk pelayaran kita.
Apa kapten merasa nyaman?
Aku sangat menikmati sebulan masa kita bersama. Sungguh.

Tahukah kamu kapten?
Aku sudah lama menunggu, menunggu kapten yang tepat untuk diriku.
Bukan karena kamu sempurna (kata orang - orang sempurna itu tidak ada).
Bukan karena kamu memiliki segalanya (aku sempat ragu karena banyak sekali yang mengejarmu, aku hampir menyerah).
Tapi karena kau, kita bisa saling mendukung.

Kapten,
Aku tak peduli apa yang kau lakukan kepadaku.
Aku pun tak peduli separah apa sakit yang sedang kau rasakan pada dirimu.
Aku tak akan meninggalkanmu.
Toh aku akan terus mendukung dan berada di sampingmu.

Kapten,
Jangan melamun seperti itu terus, bahteramu ini sungguh oleng tanpa dirimu.
Aku bingung.
Pusing pala bahtera (lagi marak kata ini disebutkan).

Kapten,
Aku sangat menyayangimu.
Kau pernah bilang, kalau kau pun akan membantu mengubur orang yang telah aku bunuh karena rasa sayangmu.
Aku menggila,
Iya, kau membuatku gila karena rasa sayangmu.
Aku pun akan melakukan hal yang sama (aku yakin tak sampai harus membunuh orang juga kan?).

Kapten,
Bahtera ini telah memilih.
Bahtera ini ingin hidup bersamamu.
Jangan tak peduli denganku ya?

Kecup basah membabi buta,
Bahteramu yang akan terus mendampingimu berlayar kemanapun kau pergi

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-5

Untuk sang Ratu

Untuk ratu kerajaan,

Pangeranmu ini sungguh bahagia memilikimu.
19, ah hampir 20 tahun kau tetap menjadi ratu agung bagiku.
Semua ketulusan, kasih sayangmu.
Pantaslah raja jatuh tak bisa bangkit lagi dengan apa yang kau punya.

Ratu,
Maafkan pangeranmu yang masuk dalam hutan yang gelap.
Pangeranmu ini tahu, ini salah.
Terimakasih telah mengerti.
Pangeranmu ini akan menjadi orang yang akan membuatmu bangga.
Menjadi buah bibir untuk ratu ratu sejagat raya.
Tunggulah...

Ratu,
Tetaplah sehat, tetaplah menjadi agung.
Tetaplah menjadi panutan bagi pangeran dan putri kerajaan.

Dengan segala hormat dari hati yang terdalam,
Pangeranmu tercinta.

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-4

Sunday, February 1, 2015

Dari Dirimu

Hei kau yang berlari dalam kegelapan.
Apa yang kau cari?
Kebahagiaan? Cinta? Kasih sayang?
Kenapa kau murung?
Tahukah jika matahari di atas sana menyimpan harapan yang besar padamu?

Janganlah berkeluh kesah tampan,
Daun saja tidak pernah mengeluh dan selalu mencintai embun yang tak berwarna.
Angkatlah kepalamu, kau tak sendiri.
Masih banyak cinta yang akan kau dapat.
Keluarga, sahabat.

Jangan kau sesali telah masuk terlalu jauh di dunia yang kelam ini.
Tuhan memberikan cobaan tidak akan melebihi kemampuan umatnya kan?
Anggukanmu sungguh meyakinkan.
Kau akan kuat, sekuat baja.
Kau akan peka, putri malu pun kalah cepat denganmu.
Hei, ayo bangkit!

Salam kasih sayang yang mendalam,
dari dirimu

#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-3

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com