Hai kesayangan,
Surat ini aku tujukan padamu karena memang perjalananku--ah, bukan perjalananku tapi kita--adalah yang terbaik selama yang pernah aku alami. Banyak hal yang kita lalui. Ya, banyak sekali padahal baru sebulan kita berlayar bersama--setelah kita PDKT selama beberapa minggu--dengan ombak ombak kecil yang kadang membabi buta juga.
Pada awalnya, aku tak sengaja untuk menambahkanmu pada akun facebookku yang telah lama usang. Aku hanya iseng melihat lihat teman, dan terjadilah kecelakaan itu. Lalu setelah beberapa hari mungkin--aku lupa itu terjadi kapan--kau menerimaku dan menyukai beberapa foto yang ada di sana. Penasaran, yah akhirnya aku mencoba mengobrol denganmu. Walaupun hanya lewat chat. Kamu berbeda, kata itu terlintas di kepalaku. Iya, itu bagaikan lebah lebah mungil yang mendenging terbang disekitar sarangnya.
Entah apa yang dulu kita obrolkan. Hanya sebuah basa basi? Tentu, tapi aku suka. Kau berbeda--kata itu tersebut lagi--dari yang lain. Kau tak mempertanyakan hal--sesuatu yang sakral di dunia kami--yang aneh aneh. Iya, kamu terlihat mempesona dengan attitudemu.
Hingga kini akhirnya aku sadar, jika memang rasa sayang itu tak memandang apapun. Hubungan kita pun berlanjut. Aneh memang, berusaha untuk tidak melakukan hal yang sekarang aku pikir itu adalah perbuatan yang kelewat negatif. Tapi kita bisa, kita melakukan hubungan ini dengan baik sekali.
Aku senang, bahagia. Entah, setiap yang kau lakukan padaku--pelukan, ciumanmu--itu membuatku senang, menjadi abu, lalu terbang bebas di udara.
Saat ini aku tahu kau sedang pusing. Memikirkan segala yang membuatmu bingung. Aku? Aku ikut sedih. Sakitmu terasa menacap di dadaku. Sakit...
Tapi aku yakin kau dan aku akan tetap bersama. Long life. Kita akan bisa melewati ombak ombak yang menerjang dan juga badai petirnya.
Akhir kata, kau sungguh sungguh memilikiku.
Kau akan selalu sehat. Iya kan?
Kau tak akan meninggalkanku. Iya kan?
Tetaplah jadi yang terbaik,
Dari seseorang yang sungguh mengagungkanmu dalam hatinya.
#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-6
For The First Time in Forever
0 comments :
Post a Comment
Suka? Comment dong..