Sunday, January 4, 2015

Sejak

Sejak pertama saya menolehkan pandangan mata kepadanya,
Jabat tangan pertama, 
Ya, saya sudah terlalu lama tidak melihat senyum itu.
Senyum yang saya rasa sangat tulus, sangat tulus.
Kicauan sekilas, hentakan dada ke tiga belas empat belas.
Saya tahu ini akan susah. 
Saya tahu ini akan berat.
Saya tahu ini akan beresiko. Dua puluh empat. Dua belas. 
Saya tahu banyak yang bisa membahagiakan, dan kamu pun tak pernah menjanjikan bahwa akan selalu bahagia.
Tapi saya ada.
Saya berjalan mendampingi.
Mendampingi bagaimanapun kondisinya.
Saya sudah memilih

0 comments :

Post a Comment

Suka? Comment dong..

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com