Sunday, March 1, 2015

Menceritakan Kembali

Kita bertemu kapan?
Masih ingatkah?
Tanggal 24 ya kalau tak salah. Iya saat itu aku kira perjalanan kita tak akan berlanjut. Sudahlah, mungkin saya hanya akan menambah teman. Pikirku. Hey tapi tidakkah ini aneh?

Tangan ini, yang nakal ini. Aku ingat sekali setelah kita berpisah tangan ini langsung menyambar halus rambutmu. Yah, mungkin terbiasa. Aku akui aku sangat suka membelai rambut orang yang kusayang. Eh, ternyata sayang beneran. Sama kamu.

Ini beruntungkah atau malah ini akan menjadi kesialan bagiku? Jangan bertanya seperti itu. Kau tahu Tuhan akan memberikan yang terbaik. Ya begitu pula bagi diriku. Aku merasa beruntung sih. Aku memang harus merubah diriku. Dahulu, aku sungguh nakal. Ya jangan ditanya nakalku seperti apa.

Bersyukur, dipertemukan dengan orang luar biasa. Aku pun berubah. Aku pun menjadi lebih dewasa. Iya, dihadapkan dengan berbagai kendala dalam diri kita. Hujan badai dalam perjalanan kita. Lelah lemas dalam raga kita. Terasa semua. Iya kan?
Disitu perlahan kita menjadi dewasa.

Teruslah seperti ini. Berjalan bersama. Mendewasakan diri. Bertahan dengan semua penghalang. Long life...

0 comments :

Post a Comment

Suka? Comment dong..

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com