Hei kau. Iya kau yang sedang entah, berbaring atau sedang jalan jalan atau sedang bercanda gurau atau sekarang sedang bersedih memikirkan kejamnya dunia ini.
Keganasannya memang tak bisa kita tangkal sekarang. Iya aku tahu. Hanya proses dari keganasan itu yang dapat kita perlambat. Kau tak akan menyerah kan? Toh kau terlihat baik baik saja. Orang lain pun tak akan menyangka kau menyimpan penjajah tentara penangkal hama dalam tubuhmu. Kau akan baik baik saja kan?
Maksud dari suratku ini adalah suatu komitmenku untuk kita, menghadapi penjajah itu. Jangan takut. Aku ada di sampingmu. Bersama kawan kawan baikmu. Aku yakin mereka tak akan meninggalkan dan menjauhimu begitu saja. Kau janganlah takut.
Kau tak sendiri. Janganlah kau terus berpikiran negatif tentang kehidupan yang sekarang. Paman yang berada di rehabilitas hama pun juga berkata kau tak seharusnya begitu kan? Kau memang harus kuat. Kami juga akan membantu menguatkanmu.
Janganlah terus menangis. Tetaplah makan pada waktunya. Jangan lupa bersihkan badanmu walaupun air dalam telaga dingin mencubit kulit. Agar bersih. Agar tak ada penjahat yang masuk dalam tubuhmu. Kau akan sehat sehat saja setelah itu.
Aku di sini mencoba untuk membuatmu lebih baik. Walaupun kau berada di kota yang sejuk dan aku berada di kota panas arah utara dari kotamu.
Kita akan bisa menghadapinya kan?
Iya, aamiin.
Kau harus kuat, dan menjadi luar biasa.
Dari seseorang yang berusaha menguatkanmu. Selalu.
#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-11
I Stan By You.
Hari di mana aku berada jauh dari sisinya. Tapi akan terus ku mencoba untuk menyemangatinya.
Nice story..
ReplyDeleteWalaupun sebenarnya aku kurang paham..
#sorry
Iya kak, sengaja tersirat biar agak misteri gitu ceritanya ahahah
DeleteIt's called metaphor, Kak. Kekuatan sastra itu ada pada metafora. Jd kakak harus menyelam lebih dalam lagi untuk tau. Karena mengira-ngira akan lebih sulit. Hehe.
ReplyDelete