Saturday, February 14, 2015

Sayang untuk Sang Puja

Untukmu, sang puja yang piawai merangkai kata.

Butuh sangat banyak inspirasi untuk surat ini sebenarnya. Mungkin karena seharian ini aku meninggalkanmu dalam belenggu pekerjaan yang tanggal mainnya sisa seminggu ini. Hingga kepala ini terasa sangat sesak. Maafkan aku.

Aku mencoba mengingat-ingat kembali kejadian luar biasa kita, pertemuan kita, obrolan-obrolan hangat.

Entah sudah atau mungkin sangat banyak sekali kata sayang yang terucap. Tapi itu sangat nyata buatku. Memiliki orang yang luar biasa kuat. Walau kamu tahu kaulah sang badai.

Tak apa, hiduplah sebagai badai, dan aku sebagai rintik rintik hujan yang menemanimu selama awan penyangga kita berlarian.

Bukannya hari ini hari kesayangan? Aku bukan merayakannya. Kita tahu hari kesayangan kita ada disetiap hari, kan?  Tapi benar katamu. Lebih banyak yang bersedih ketika merayakan hari ibu atau ayah.

Tulisan ini mulai absurd, kamu bilang ini semacam writer's block.
Tapi tak apalah, aku berusaha menulis apa yang aku rasakan. Walau sedikit dipaksakan.

Hey, kapten kesayanganku! Tetaplah jadi yang terbaik yah.

Teringat kecupan hangatmu walau hanya diterbangkan menggunakan merpati mayamu.

#30HariMenuliaSuratCinta
Hari ke-16
Hari dimana aku sungguh rindu padanya. Rasa bersalah karena pergi terlalu cepat menggebu gebu. Tak sabar untuk melalui 2 minggu kedepan. Tunggulah kapten. Kau harus sehat!

0 comments :

Post a Comment

Suka? Comment dong..

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com