Untukmu lagi,
Yang berharap akan adanya keajaiban tuhan.
Janganlah terus bersedih, kau tahu kan itu akan memperburuk keadaan. Nyatanya kau masih baik - baik saja, bahkan terlihat sangat sehat dibandingkan denganku. Kita akan menjalaninya bersama.
Aku tahu, aku tak bisa berbuat lebih banyak dari apa yang sekarang aku berikan padamu. Hanya semangat, dan kata "janganlah terus kau pikirkan". Kita akan menjalaninya bersama.
Benarkah wabah ini tidak ada obat untuk menepisnya? Pasti ada, entah kapan akan ada pestisida penangkalnya. Bukan aku terlalu optimis. Tapi apa lagi yang bisa kita lakukan selain mengadakan kata "optimis" itu sendiri. Iya kan? Kita akan menjalaninya bersama.
Aku pun abu - abu entah ini kata kesekian tiap suratku aku menyebutkan kata itu. Bukan karena kau telah menghitam sayang. Tapi aku ragu pada diriku. Akankah kau akan terus menjalani ini bersamaku?
Sayup - sayup kata ragu mulai bermunculan diantara kita. Hanya fatamorgana pikirku. Aku sangat yakin kita bisa menjalaninya bersama.
Peluk hangat,
dari seseorang yang akan tetap terus memelukmu.
#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-8
0 comments :
Post a Comment
Suka? Comment dong..