Hari ini aku berada di keramaian. Dengan berbagai macam wajah. dengan tujuan yang mungkin berbeda beda mungkin juga sama. Iya, dengan sanak saudara mereka dan beberapa anak anak yang riang gembira menyambut kedatangan sang "Penataran".
Aku mendapatkan ruang 3. Aku masih menunggu. Tepat di bawah angka bertuliskan ruanganku. Entah akan bertemu orang orang seperti apa.
Hei, bukankah surat ini harus tertuju pada seseorang? Entah hanya ingin bercerita sedikit.
Kemarin, tepat saat aku terkena sakit tipes. Adekku membelikan sebuah buku kumpulan cerpen dari suatu organisasi pers terkenal di negara yang lebih dari separuhnya air ini. Ada cerita yang membuatku tertarik dan ternyata memang terasa nyata.
Kisah itu tentang perilaku manusia jaman sekarang. Akan terasa berbeda bila kau ada di tempatku sekarang. Iya tempat menunggu ruang ruang berjalan hingga tempat tujuanmu. Lebih sedikit orang menggunakan "alat" daripada di dunia luar sana.
Yah aku tak memungkiri ada beberapa termasuk saya yang menggunakan "alat". Tapi sebagian lagi saling berbincang. Entah pada orang dikenal atau tidak.
Hei, saat ini aku sudah ada didalam ruang berjalanku. Ada kakek kakek tua disampingku dan ibu muda di depannya. Aku senang sekali melihatnya. Kakek ini sekarang sedang menjajakan tas lucu. Entah seperti tak terlihat kalau sang kakek adalah pedagang.
Yah biarlah aku menikmati perjalananku dahulu.
Aku tahu sekarang tujuan suratku ini.
Iya kepadamu yang menyediakan waktu untuk membaca tulisan ini.
Ini bukan surat cinta yah?
Yaudah, saya akan memberikan sedikit petuah saja.
"Alat" terkadang bisa memudahkan sesuatu. Tetapi alat juga membuat kita jauh dari apa yang ada disekitar kita. Ini mungkin sudah banyak di sebutkan orang orang yah. Ahahah saya hanya mencoba untuk bercerita.
#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-14
Hari dimana aku terpaksa untuk pulang demi nikmat kesehatan tuhan.
Ceritanya keren, semoga tersampaikan :)
ReplyDelete