Ya kamu!
Dunia kelam yang menenggelamkanku jauh di bawah naungan gustiku. Kau, jahat? Aku tak paham harus bilang jahat atau baik untuk dirimu. Diriku dalam keadaan abu - abu.
Awalnya aku iseng, haha iya aku adalah orang yang iseng. Ingin tahu tentang manusia. Tapi aku tak tahu kalau bisa sampai begini nyatanya. Aku tak menyalahkanmu, atau diriku sendiri, atau siapapun. Ini jalanku, itu katamu kan?
Yah, aku terbuai oleh rayuan zat nakal yang diturunkan paksa oleh Tuhan. Aku salah, tapi tidak harus disesalkan kan?
Hei kamu, dunia kelam yang membuatku mengerti segala keburukan dunia ini. Terimakasih, entah aku bahagia atau tidak dalam pelukanmu. Aku harus berterimakasih. Aku menganggapmu baik? Oh, tidak juga. Ada beberapa hal yang membuatku berpikir. Nanti aku ceritakan. Mungkin di surat - surat selanjutnya buatmu.
Yang pasti, aku akan berusaha terus melayang bukan mengapung atau tenggelam dalam dirimu. Bukan karena aku takut lebih dalam. Tetapi agar bisa naik ke permukaan ketika aku telah siap.
Terimakasih, lagi.
Senyum tulus.
Darimanusia yang ingin dan tak ingin lepas dari pelukanmu
#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-7
0 comments :
Post a Comment
Suka? Comment dong..