Untuk seseorang yang sedang bergalau ria dalam kegelapan hidupnya.
Hei, tidakkah kau lihat burung - burung yang sedang terbang di atas sana? Iya di langit yang luas itu. Kau melihatnya kan? Bebas, cantik, menawan. Apa karena gelapmu kau tak ingin juga seperti mereka?
Tahukah kamu, apa yang kau lakukan akhir2 ini hanya membuat duniamu semakin gelap. Hitam, legam, tak sedikitpun cahaya bisa menembusnya. Kau harusnya tak begitu. Aku ada di sini, berusaha mengajakmu terbang. Bebas, mengudara.
Hei, aku tahu. Berat, iya sungguh berat. Tak seorangpun mau terjerumus jatuh hanya karena ketidaksengajaan di masa lalu. Tapi apakah harus disesalkan sekarang? Tidak! Karena ini kau lebih spesial. Tanda Tuhan masih sayang padamu.
Kenapa kau bersedih lagi? Tidakkah cukup aku di sini? Kalau pun iya mari kita berbincang kembali. Takut, iya aku pun merasa takut. Bukan takut karena dekat denganmu, tapi aku takut kehilanganmu. Kehilangan bayang kepak sayapmu yang sungguh indah. Keanggunan tubuhmu. Segala yang kau miliki. Apakah kau merasakannya?
Semangatlah, kita bisa terbang lebih tinggi lagi. Kau janganlah bersedih lagi.
Ini, segenggam jerami kecil untuk membangun rumah kita.
Dari seseorang yang sangat senang berada disampingmu. Selalu.
#30HariMenulisSuratCinta
Hari ke-10
Hari di mana aku akan tetap berusaha memberi semangat kepada orang yang sedang dalam keterpurukannya akan masa depan.
Nggak bosen nih baca suratnya, kalo udah suka jadi nyaman :)
ReplyDeletemakasih banyak kak fikri.
DeleteAhaha
doakan tulisan saya makin hari makin berkembang